
JAKARTA (wartadigital.id) – Sinyal Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendukung pencapresan Prabowo Subianto memang tak terelakkan lagi. Indikasi itu dibaca publik melalui kedekatan anak-anak Jokowi dengan Prabowo.
Terbaru pertemuan Prabowo dengan putera sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka pada Jumat pekan kemarin. Pertemuan itu bahkan berdampak panjang. PDIP memanggil Gibran itu ke DPP usai Walikota Solo itu bertemu Prabowo.
Sebelumnya putera bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep kedapatan mengenakan kaos bergambar Prabowo.
Analis politik Ujang Komarudin memandang, tindakan anak-anak presiden itu ada hubungannya dengan indikasi Jokowi yang memberikan dukungannya kepada Prabowo.
“Tapi sinyalemen anaknya yang Kaesang memakai kaos Prabowo lalu Gibran beberapa waktu yang lalu relawan-relawannya termasuk relawan Jokowi juga ketemu Prabowo, itu mungkin ya bagian daripada sinyalemen atau indikasi dukungan moral keluarga Jokowi. Bisa juga termasuk Jokowi kepada Pak Prabowo,” kata Ujang, Senin (22/5/2023).
Kemungkinan lain ialah Jokowi tidak mendukung Prabowo secara penuh. Sebagai kader PDIP, tentu Jokowi memiliki kewajiban untuk patuh dengan keputusan PDIP mengusung pencapresan Ganjar Pranowo. Jika begini, maka mau tidak mau saat ini Jokowi sedang bermain politik dua kaki.
“Jadi Jokowi ujungnya main dua kaki, main ke Prabowo juga main ke Ganjar. Karena bagaimanapun Pak Jokowi sedang dalam tekanan PDIP harus mendukung Ganjar karena Jokowi kader PDIP, Ganjar capres PDIP maka Megawati atau partainya memerintahkan Jokowi untuk mendukung Ganjar,” tutur Ujang.
Tetapi seiring berjalannya waktu, Jokowi tentu bakal mengkalkulasi potensi kemenangan di antara kedua bakal capres tersebut. Jokowi diprediksi mendukung penuh Prabowo apabila Ganjar tidak bisa menang.
“Ya dalam posisi sulit Jokowi kalau misalkan tidak main dua kaki atau tidak mendukung Prabowo. Misalkan Jokowi dukung Ganjar, itu kan PDIP, lalu Ganjarnya kalah misalkan yang menang Prabowo kan jadi gawat. Jadi bahaya,” kata Ujang.
“Justu akan berbahaya bagi Jokowi jika yang menang nanti Prabowo, dan Jokowi tidak mendukung Prabowo. Ini menjadi persoalan di kemudian hari,” tandasnya. sua