Kolaborasi Indonesia–Prancis Dorong Transformasi Pendidikan Berbasis AI

Delegasi dari Prancis melakukan kunjungan ke FTMM Universitas Airlangga.

SURABAYA (wartadigital.id) —Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga bersama Institut Français Indonesia (IFI) dan Embassy of France in Indonesia menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “The AI Revolution: Technological Frontiers and Redefining Learning in Higher Education”.

Kegiatan ini berlangsung di Airlangga Convention Center, Kampus C Universitas Airlangga, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik dan budaya antara Indonesia dan Prancis.

Bacaan Lainnya

Sebelum pelaksanaan seminar, delegasi dari pihak Prancis melakukan kunjungan ke Rektorat Universitas Airlangga untuk membahas potensi kerjasama strategis, khususnya dalam bidang student mobility dan kolaborasi riset.

Pertemuan ini dihadiri oleh pimpinan FTMM, yakni Dekan serta Wakil Dekan 1, Wakil Dekan 2, dan Wakil Dekan 3, bersama jajaran pimpinan universitas, termasuk Direktur Direktorat Pendidikan beserta tim, Direktur Direktorat Kemahasiswaan beserta tim, Direktur Direktorat Airlangga Global Engagement beserta tim, serta Ketua Pusat Inovasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran beserta tim. Diskusi berlangsung konstruktif dan membuka peluang penguatan kemitraan akademik antara Universitas Airlangga dan institusi pendidikan tinggi di Prancis.

Suasana seminar internasional bertajuk “The AI Revolution: Technological Frontiers and Redefining Learning in Higher Education”.

Rangkaian acara seminar diawali dengan sesi presentasi dari Gabriela Bakara yang mewakili Campus France Indonesia. Dalam sesi bertajuk “Study in France: LPDP Special Program with Paris-Saclay”, ia memaparkan berbagai peluang studi jenjang magister di Prancis, khususnya melalui skema beasiswa LPDP yang bekerja sama dengan Université Paris-Saclay. Paparan ini memberikan wawasan praktis bagi mahasiswa terkait jalur studi internasional serta peluang pengembangan karier global.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan keynote speech oleh Frédéric Pascal, Vice-President of Artificial Intelligence di Université Paris-Saclay. Dalam paparannya, ia memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan generative AI, termasuk konsep dasar, berbagai contoh pemanfaatan praktis di dunia industri dan pendidikan, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Ia juga menyoroti isu-isu penting seperti etika, keamanan data, dan kesiapan sumber daya manusia, sekaligus mengulas arah perkembangan AI di masa depan.

Suasana seminar internasional bertajuk “The AI Revolution: Technological Frontiers and Redefining Learning in Higher Education”.

Selain keynote speaker, acara ini turut dihadiri oleh Julien Bourgeois selaku Attaché for Science and Technology, Vincent Padaré selaku Director IFI Surabaya, serta Pramenda Krishna selaku Head of Culture & Communication IFI Surabaya. Acara ini juga melibatkan alumni IFI yang turut berbagi pengalaman dan perspektif terkait peluang studi dan kolaborasi internasional, khususnya dalam bidang teknologi dan inovasi.

Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FTMM Prof Dr Ir Retna Apsari MSi., IPM., ASEAN Eng menegaskan komitmen fakultas dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Kami berupaya menciptakan lingkungan akademik di mana mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknologi secara nyata dalam menjawab tantangan industri dan masyarakat,” ujarnya dalam keterangannya.

Seminar ini diikuti oleh sekitar 140 mahasiswa yang tidak hanya berasal dari Universitas Airlangga, tetapi juga dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Partisipasi lintas institusi ini mencerminkan tingginya minat generasi muda terhadap perkembangan kecerdasan buatan.

Melalui kegiatan ini, FTMM Universitas Airlangga bersama mitra internasional berharap dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dalam pengembangan kecerdasan buatan. nti

Pos terkait