
SAMPANG (wartadigital. id) – Problem ketersediaan air bersih masih menjadi prioritas pekerjaan rutin dan tanggung jawab Perusahaan Umum Daerah Air Minum ( Perumda) Trunojoyo Kabupaten Sampang. Salah satu yang menjadi atensi adalah adanya kebocoran air karena faktor teknis dan non teknis.
Untuk mengetahui hal ini, petugas Perumda Trunojoyo turba ke Kecamatan Torjun. Dari hasil kroscek pengukuran debit air menggunakan alat ukur Ultrasonik Flowmeter diketahui, di sumur bor Kanjer III Kecamatan Torjun debit air 13,4 liter/detik, sedangkan di tandon yang terletak di Kecamatan Torjun diketahui debit 11 Liter/detik dengan demikian ada selisih sebesar 2,4 Liter/detik.
Dari hasil selisih antara air yang keluar dari sumber bor dan air yang dialirkan ke tandon Kecamatan Torjun dapat disimpulkan tidak ada kebocoran atau Ilegal Taping ( IT) sepanjang jalur pipa transmisi.
“Tidak ada kebocoran kalau melihat data teknis yang ada,” kata H Yazid Solihin SH, selaku Kepala Bidang Pelayanan Perumda Trunojoyo Sampang, Jumat (15/7/2022).
Dia menjelaskan di dalam sistem aliran perpipaan terdapat major head loss dan minor head loss minor. Major head loss adalah rugi aliran yang diakibatkan gesekan antara fluida dengan panjang pipa. Sedangkan minor head loss disebabkan oleh beberapa hal antara lain, aliran masuk fluida ke dalam pipa (inlet), aliran keluar fluida dari pipa (outlet), sambungan pipa/ fitting atau sambungan pipa tanpa fitting/ butt fusion, dan yang terakhir katup/ valve.
Meski tak ditemukan kebocoran, namun lanjut H Yazid Solihin SH proses pengisian tandon membutuhkan waktu selama 4 jam. Selama proses pengisian pihaknya mematikan sementara pelayanan ke pelanggan untuk menghindari adanya gangguan proses pengisian. Imbasnya aliran air ke rumah pelanggan terganggu bahkan mati untuk sementara. jok