Kumpulkan Data Deteksi Dini di FKTP, Komisi IX DPR RI Kunjungi Sidoarjo

Rombongan anggota Komisi IX DPR RI mendengar pemaparan tentang deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FTKP) di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Kamis (19/1/2023).

 

SIDOARJO (wartadigital.id) – Sebanyak 20 orang anggota Komisi IX DPR RI mendengar pemaparan tentang deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FTKP) dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Fenny Apridawati di Pendopo Kabupaten Sidoarjo.

Bacaan Lainnya

Tujuan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke Kabupaten Sidoarjo pada masa Persidangan III  2022-2023 untuk mendapatkan melakukan pengawasan implementasi program deteksi dini PTM. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh.

” Ada 4 hal yang ingin kami gali dari kunjungan kali ini, ” kata Nihayatul Wafiroh di Pendopo Sidoarjo, Kamis (19/1/2023).

Nihayatul menyebutkan tujuan kunjungan kerja ini  untuk menghimpun data-data dan informasi yang komprehensif dan akurat dari para pemangku kepentingan tentang pelaksanaan deteksi dini di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (EKTP) di Kabupaten Sidoarjo. Pihaknya juga ingin mendapatkan gambaran menyeluruh tentang kebijaksanaan yang dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo dalam pelaksanaan implementasi deteksi dini di FKTP.

“Tujuan kami kesini juga ingin memperoleh masukan langsung dari pemangku kepentingan tentang kondisi FKTP di Sidoarjo dalam rangka menyusun rekomendasi yang dapat ditujukan kepada semua pihak agar implementasi deteksi dini di FKTP dapat berjalan dengan baik, ” jelas Nihayatul Wafiroh.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini menjelaskan pada 2023 untuk transformasi layanan primer,  Kementerian Kesehatan RI menganggarkan sebesar Rp 6,4 triliun dengan  menitikberatkan pada lima aspek yaitu integrasi layanan primer, peningkatan dan cakupan luasan imunisasi rutin dari 11 menjadi 14 vaksin, peningkatan kesehatan ibu dan anak, deteksi dini dan penemuan kasus baru penyakit menular dan penyakit tidak menular serta edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Ditemui Wakil Bupati Sidoarjo Subandi rombongan Komisi IX DPR RI mendapatkan penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.   “Pada 2022, tercatat penderita penyakit pada sistem otot dan jaringan pengikat sebesar 73.024 penderita disusul Penderita Diabetes Mellitus atau Kencing Manis sebesar 67.741 orang,” kata Fenny .

Fenny menambahkan pada urutan ketiga adalah penyakit infeksi akut pernafasan atas sebanyak 28.454 orang, penyakit darah tinggi primer atau hipertensi sebanyak 23.246 orang, sedang untuk penyakit tungkak lambung dan usus dua belas jari sebanyak 9.058 orang.

“Kami juga telah melaunching Si Kuat atau Sistem Informasi Kesehatan Terpusat untuk memudahkan proses pendaftaran bagi pasien agar tidak terlalu lama dalam menunggu antrean pendaftaran,” ungkap Fenny.

Fenny menjelaskan sesuai dengan instruksi dari Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo bahwa Dinas Kesehatan itu 80 persen keliling ke puskesmas-puskesmas dan 20 persen duduk di kantor. Jumlah Puskesmas di Kabupaten Sidoarjo yang melayani rawat inap ada 14 puskesmas , dan 16 puskesmas lainnya melayani rawat jalan atau non rawat inap.  “Sekarang kami memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat di 30 puskesmas, 56 pustu dan 23 puskesmas keliling,” imbuhnya. sis