Liga Super: Perpisahan Bruno Moreira, Coach Tavares Sampaikan Terima Kasih

Bernardo Tavares menghargai keputusan Bruno Moreira yang berpisah dengan Persebaya (foto Persebaya)

SURABAYA (wartadigital.id) –
Keputusan Bruno Moreira untuk melanjutkan karier di luar Indonesia meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar Persebaya Surabaya. Tidak terkecuali bagi pelatih Bernardo Tavares yang setengah musim terakhir bekerja dekat dengan sang kapten.

Bruno resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Bajul Ijo setelah empat musim penuh pengabdian dalam dua periode berbeda. Selama perjalanan tersebut, pemain asal Brasil itu tumbuh menjadi salah satu sosok paling berpengaruh di ruang ganti maupun di atas lapangan.

Bacaan Lainnya

Bagi Coach Tavares, kepergian Bruno bukan hanya kehilangan seorang pemain. Persebaya juga melepas seorang pemimpin yang selama ini menjadi panutan bagi rekan-rekannya.

“Dia adalah kapten tim kami, sosok penting di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Coach Tavares.

Pelatih asal Portugal itu mengaku sangat mengapresiasi dedikasi yang ditunjukkan Bruno sepanjang musim. Menurutnya, sang pemain selalu memberikan kontribusi maksimal setiap kali mengenakan seragam Persebaya.

“Jika melihat penampilannya sepanjang musim, terutama setelah laga terakhir melawan Persik yang kami menangi 5-0, Bruno menunjukkan kualitas yang luar biasa. Sebagai pelatih, saya melihat dia memberikan kontribusi maksimal untuk tim, baik melalui gol, assist, kerja defensif, maupun kontribusi saat menyerang,” jelasnya.

Coach Tavares mengungkapkan, dirinya dan manajemen sebenarnya berharap Bruno tetap bertahan di Surabaya. Berbagai upaya telah dilakukan agar sang kapten melanjutkan perjalanannya bersama Green Force.

Namun pada akhirnya, Bruno memilih mengambil tantangan baru dalam kariernya. Keputusan tersebut diterima dengan penuh penghormatan oleh seluruh elemen klub.

“Pada akhirnya, dia memutuskan untuk melanjutkan karier di tempat lain. Tentu kami menghormati keputusan tersebut. Dalam sepakbola, setiap pemain memiliki hak untuk menentukan jalan terbaik bagi karier dan keluarganya,” kata pelatih berusia 46 tahun.

Coach Tavares juga mengakui, manajemen telah berusaha keras mempertahankan pemain berusia 27 tahun itu. Namun terkadang ada keputusan yang harus dihormati demi masa depan pemain.

“Saya tahu manajemen sudah berupaya memberikan penawaran terbaik agar dia tetap bersama Persebaya. Namun terkadang dalam kehidupan, tidak semua hal berjalan sesuai harapan,” imbuhnya.

Kepergian Bruno juga diyakini meninggalkan perasaan haru bagi Bonek dan Bonita. Selama empat musim membela Bajul Ijo, pemain bernomor punggung 10 itu telah menjalin ikatan emosional yang kuat dengan para suporter.

“Saya memahami jika banyak Bonek dan Bonita merasa kecewa atau sedih dengan kepergian Bruno. Dia telah memberikan banyak hal untuk klub ini dan meninggalkan kenangan yang baik bagi Persebaya,” ujarnya.

Atas nama tim, Coach Tavares pun menyampaikan penghargaan dan doa terbaik untuk perjalanan karier Bruno selanjutnya.

“Atas nama tim, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusinya selama berseragam Persebaya. Kami mendoakan yang terbaik untuk kariernya di masa depan,” ujarnya.

Sepanjang musim 2025/26, Bruno kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu motor permainan Persebaya. Dari 28 pertandingan yang dijalani, ia mencatatkan 12 gol dan tujuh assist. Catatan tersebut menegaskan statusnya sebagai pemain yang mampu memberi perbedaan dalam banyak pertandingan penting.

Warisan Bruno di Persebaya juga tercermin dari pencapaiannya selama empat musim membela Green Force. Ia berhasil mengoleksi 39 gol di seluruh kompetisi, sebuah torehan yang menempatkannya di antara para pemain asing terbaik yang pernah dimiliki klub.

Jumlah gol tersebut membuat Bruno sejajar dengan David da Silva di posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak pemain asing sepanjang sejarah Persebaya. Sementara posisi teratas masih ditempati legenda klub, Jacksen F. Tiago, dengan koleksi 42 gol. sba

Pos terkait