
SURABAYA (wartadigital.id) – Tim
Persebaya Surabaya akhirnya kembali ke jalur kemenangan. Bajul Ijo sukses menundukkan Persita Tangerang dengan skor tipis 1-0 dalam laga yang berlangsung ketat, Sabtu (4/4/2026) malam di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.
Green Force–julukan lain Persebaya –langsung memberikan tekanan sejak menit pertama. Serangan cepat yang dibangun lini depan Persebaya sempat membuat barisan pertahanan Persita bekerja keras mengamankan wilayahnya.
Tekanan kembali hadir pada menit kelima. Pedro Matos dengan cerdik merebut bola dari penguasaan pemain Persita. Ia kemudian memulai serangan yang memaksa lini belakang tim tamu melakukan penyelamatan hingga menghasilkan sepak pojok bagi Persebaya.
Dua menit kemudian, Persita merespons lewat skema serangan balik cepat. Peluang tersebut nyaris membahayakan, namun bek Persebaya Risto Mitrevski sigap memotong laju bola dan menggagalkan ancaman dari tim berjuluk Pendekar Cisadane itu.
Persebaya tetap mencoba mengendalikan jalannya pertandingan. Penguasaan bola lebih banyak berada di kaki para pemain Bajul Ijo.
Pada menit ke-10, Persita memeroleh kesempatan dari situasi tendangan bebas. Meski begitu, barisan pertahanan Persebaya tampil disiplin dan mampu menghalau peluang tersebut sebelum berubah menjadi ancaman serius.
Satu menit berselang, Francisco Rivera hampir membawa Persebaya menciptakan peluang lewat skema serangan balik. Namun aksinya terhenti setelah mendapat tekel keras dari pemain Persita.
Memasuki menit ke-13, Persita mencoba peruntungan dengan melepaskan sepakan jarak jauh dari tengah lapangan. Kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, tampil tenang dan berhasil mengamankan bola tanpa kesulitan berarti.
Persebaya kembali memeroleh peluang emas pada menit ke-15. Berawal dari umpan silang yang dilepaskan pemain bernomor punggung 14, Pedro Matos menyambut bola dengan sundulan. Sayangnya, peluang tersebut belum mampu dimaksimalkan menjadi gol.
Dua menit kemudian, Mihailo Perovic ikut memberikan ancaman. Sundulan jarak dekat yang ia lepaskan hampir membuka keunggulan Persebaya. Namun kiper Persita tampil gemilang dengan menepis bola.
Memasuki pertengahan babak pertama, pertandingan berlangsung cukup alot. Kedua tim lebih banyak terlibat duel di lini tengah sehingga peluang bersih tidak terlalu sering tercipta.
Persita sempat mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun upaya yang dibangun beberapa kali masih mampu dipatahkan oleh lini belakang Persebaya yang bermain disiplin.
Menjelang akhir babak pertama, Persebaya kembali memperoleh peluang emas. Berawal dari kerja sama Jefferson di sisi sayap yang kemudian dimanfaatkan oleh Rian. Sayangnya, sepakan jarak dekat yang dilepaskan masih terlalu pelan sehingga mudah diamankan kiper Persita.
Hingga memasuki tambahan waktu tiga menit, kedua tim terus saling melancarkan serangan. Namun tak ada gol yang tercipta. Skor 0-0 pun bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.
Memasuki babak kedua, Persebaya langsung meningkatkan intensitas serangan. Tim asuhan Bernardo Tavares tampil lebih agresif untuk mencari gol pembuka.
Namun hingga menit ke-55, kedua tim masih berupaya mencari celah untuk membongkar pertahanan masing-masing. Duel di lini tengah cukup sengit sehingga peluang bersih belum banyak tercipta.
Satu menit kemudian, Persebaya memeroleh kesempatan emas melalui tendangan bebas dari sisi lapangan. Sayangnya, skema yang dibangun para pemain Bajul Ijo belum mampu dimaksimalkan menjadi gol.
Ancaman kembali datang pada menit ke-57. Jefferson Silva mencoba peruntungan dengan melepaskan sepakan keras ke arah gawang Persita. Namun, bola masih melenceng dari sasaran.
Memasuki menit ke-60, pelatih Bernardo Tavares melakukan perubahan taktik. Pedro Matos dan Riyan diposisikan saling bertukar tempat untuk mencoba menembus pertahanan rapat Persita.
Perubahan itu berbuah manis. Pada menit ke-61, kebuntuan akhirnya pecah. Francisco Rivera sukses menjebol gawang Persita setelah memanfaatkan umpan matang dari Catur Pamungkas. Gol tersebut membawa Persebaya unggul 1-0.
Setelah gol tercipta, tempo pertandingan meningkat. Kedua tim bermain lebih terbuka dan saling melancarkan serangan.
Persita tak tinggal diam. Tim asuhan Carlos Pena mulai mengambil alih kendali permainan dan mencoba menekan pertahanan Persebaya.
Merespons tekanan tersebut, Persebaya langsung melakukan tiga pergantian pemain pada menit ke-68. Bruno Paraiba, Rachmat Irianto, dan Malik Risaldi masuk menggantikan Toni Firmansyah, Rian, serta Mihailo Perovic.
Masuknya Paraiba langsung memberikan dampak. Akselerasinya dari tengah lapangan memaksa pemain Persita melakukan pelanggaran keras. Wasit pun langsung mengganjar kartu kuning kepada pemain Persita tersebut.
Persita kembali mengancam pada menit ke-75 lewat situasi sepak pojok. Sundulan jarak dekat yang dilepaskan pemain Persita hampir menyamakan kedudukan, namun Andhika Ramadhani tampil sigap menepis bola.
Tekanan tim tamu terus berlanjut. Pada menit ke-76, pemain sayap Persita kembali memberikan ancaman dari sisi lapangan. Beruntung, Risto Mitrevski dengan cepat memotong bola dan menggagalkan peluang tersebut.
Petaka kecil sempat menghampiri Persebaya pada menit ke-80. Catur Pamungkas harus ditarik keluar setelah mengalami cedera. Bernardo Tavares kemudian memasukkan Koko Ari untuk mengisi pos yang ditinggalkan.
Memasuki menit ke-85, Bruno Paraiba menunjukkan aksi individunya. Ia menggiring bola dari sisi lapangan dan berhasil melewati dua pemain Persita. Namun umpan yang ia lepaskan ke depan gawang belum mampu disambut rekan setimnya.
Menjelang akhir laga, kedua tim terus berupaya menciptakan gol. Tambahan waktu lima menit membuat tensi pertandingan semakin meningkat.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Persebaya. Hasil ini sekaligus mengakhiri paceklik dua pertandingan beruntun tanpa kemenangan bagi Bajol Ijo. sba





