
Kemacetan di Bromo saat libur Idul Adha 2025.
MALANG (wartadigital.id) – Wisata Gunung Bromo kembali jadi viral dan jadi sorotan masyarakat usai terjadi antrean dan kepadatan lalu lintas (lalin) saat libur Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M. Kemacetan arus lalin itu bahkan sudah terjadi sejak Sabtu (7/6/2025) atau sehari setelah Hari Raya Idul Adha. Terlihat dari video-video yang beredar, tampak antrean kendaraan jeep mengular memanjang di jalanan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kendaraan jeep itu tampak antre tak bergerak yang membuat beberapa wisatawan terpaksa turun dari kendaraan.
Kendaraan-kendaraan jeep itu antre bersamaan dengan beberapa kendaraan sepeda motor yang memasuki jalanan kawasan TNBTS. Sementara di luar cuaca terlihat berkabut membuat pemandangan disebut tak terlihat cerah.
Ahnaf Lentera Jagad pemandu Wisata Gunung Bromo mengakui, bila video yang viral itu merupakan gambaran Gunung Bromo dalam dua hari terakhir. Di mana seperti biasa ketika momen liburan panjang banyak wisatawan menyerbu Gunung Bromo. “Pemandangan seperti itu biasa ketika musim liburan panjang. Kronologi dan penyebabnya sama, yang jelas musim liburan ya biasa kayak gitu,” kata Ahnaf Lentera Jagad, dikonfirmasi pada Minggu (8/6/2025) malam.
Bahkan kata Ahnaf, ia dan wisatawan yang diantaranya terpaksa menempuh perjalanan cukup lama memakan waktu lebih lama hingga dua jam dibandingkan hari normal, atau libur akhir pekan biasa. “Kalau pulang pergi dari Malang Bromo biasanya nambah dua jam, itu bisa tiga jam-an, tadi cuma nambah dua jam-an. Macet tadi memang,” ucapnya.
Menurutnya, penyebab kemacetan itu dikarenakan banyaknya wisatawan yang masuk. Hal ini juga diperparah dengan pengecekan tiket atau tiket booking yang dilakukan petugas pengelola wisata dari Balai Besar TNBTS. “Kronologi masih sama kayak biasanya, ada pengecekan satu persatu tiket, makanya macet, itu sudah jadi rahasia umum,” tuturnya.
Di sisi lain, Ketua Tim Data Evaluasi Kehumasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Hendra mengakui, ada kemacetan yang terjadi di kawasan Wisata Gunung Bromo. Tapi kemacetan itu memang menjadi hal wajar ketika musim liburan karena adanya penambahan kuota maksimal harian. “Kuota harian normal 2.752 wisatawan per harinya. Biasanya kalau liburan long weekend kunjungan wisata ke Bromo dan sekitarnya padat pengunjung,” kata Hendra.
Sebagai informasi, Gunung Bromo memiliki empat pintu masuk dalam satu kawasan di TNBTS. Pintu masuk yang favorit yakni melalui Jemplang, di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, kemudian Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, dan Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yang juga jadi pintu masuk ke kawasan Gunung Semeru juga. sin