Melongok Masjid Muhdhor, Salah Satu Masjid Tertua di Tuban

Salah seorang jamaah saat lakukan ibadah di masjid Mudhor, Tuban.

 

TUBAN (wartadigital.id) – Kabupaten Tuban memiliki banyak masjid yang telah berusia puluhan bahkan ratusan tahun. Itu sebagai salah satu saksi sejarah perkembangan Islam di Tanah Air dan hingga dijuluki Tuban Bumi Wali.

Bacaan Lainnya

Salah satu masjid tertua yang ada di Kabupaten Tuban adalah Masjid Muhdhor yang berada di Jl Pemuda Kelurahan Sidomulyo. Mendengar nama Masjid Muhdhor, pasti akan teringat pada tradisi bubur muhdhor yang dibagikan masjid tersebut secara gratis setiap bulan suci Ramadan. Jika tradisi tersebut tercatat dimulai sejak 1937, maka Masjid Muhdhor telah berdiri lebih lama dari itu.

Imam Masjid Muhdhor Agil Abunumai menceritakan, masjid yang memiliki arsitekur khas ini dibangun sekitar tahun 1900. Awalnya, masjid ini merupakan langgar wakaf dari masyarakat setempat. Kemudian Habib Abdul Qadir Alwi Assegaf yang merupakan ulama besar kala itu mengubahnya menjadi masjid. Habib dari Hadramaut Yaman ini sering menggelar pengajian bersama para keturunan Arab dan masyarakat di sana.

“Selain salat 5 waktu, setiap habis Magrib untuk kajian Al-Qur’an, mengaji kitab, dan kegiatan keagamaan, seperti perayaan Maulud Nabi, Nisfu Sha’ban, 10 Muharram  (Assyura), serta tradisi atau pengajian awal tahun dan akhir tahun, yang merupakan budaya dari Yaman,” kata Agil, Selasa (26/3/2024).

Jika dilihat, bangunan bagian depan masjid Muhdhor  hampir sama dengan Masjid Astana yang ada di area makam Sunan Bonang.  Pembangunan tahap kedua adalah perluasan yang diperkirakan sudah 150 tahun, dan tahap ketiga dibangun tahun 1980.

Meski banyak direnovasi untuk bangunan kedua dan tiga, bangunan sisi depan masih dipertahankan hingga saat ini. “Bisa kita lihat dari keramik, pintu, dan gantungan lampu minyak di langit-langit ini,” ungkap Agil sambil menunjukkan keberadaan gantungan lampu minyak.

Masjid ini bisa menampung hingga 1.500 jamaah. Adapun nama Muhdhor dipilih untuk mengenang nama pemilik tanah wakaf. Agil yang merupakan imam generasi ketiga ini juga mengungkap fakta unik, yaitu imam dari masjid ini memang dipertahankan secara turun-temurun. Hingga kini sudah 3 generasi imam.

Di dalam masjid ini, juga akan menjumpai Al-Qur’an cetakan lama sekitar tahun 1950. ”Tapi kebanyakan tertulis wakaf tahun 1950  bukan cetakan Indonesia,” lanjutnya.

Namun, Agil mengatakan, ada rencana masjid ini untuk dibongkar karena bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. “Untuk bagian depan aja, soalnya sudah mau ambruk,” tuturnya. uba, kim

Pos terkait