November 2021, Jatim Inflasi 0,35 Persen

Dok
Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan

 

SURABAYA (wartadigital.id)  – Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat pada November 2021, Jatim mengalami inflasi sebesar 0,35 persen setelah bulan sebelumnya mengalami inflasi 0,18 persen.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardiwan mengatakan dari delapan kota IHK di Jawa Timur, semuanya mengalami inflasi.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sumenep sebesar 0,65 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Madiun sebesar 0,22 persen,” papar Dadang Hardiwan dalam pers rilis secara virtual, Rabu (1/12/2021).

Dijelaskannya inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang cukup tinggi, yang ditunjukkan oleh naiknya hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran. Dari sebelas kelompok pengeluaran, sembilan kelompok mengalami inflasi, satu kelompok mengalami deflasi dan satu yang lain tidak mengalami perubahan.

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 0,76 persen, diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,67 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,58 persen.

Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,35 persen, kelompok transportasi sebesar 0,31 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,22 persen. Selanajuatnya kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,21 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Adapun kelompok yang tidak mengalami perubahan adalah kelompok pendidikan.

Namun apabila dilakukan pengamatan terhadap sepuluh komoditas yang menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di masing-masing kota IHK (Indek Harga Konsumen) di Jawa Timur, maka dapat digambarkan bahwa komoditas telur ayam ras dan minyak goreng menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di seluruh kota IHK di Jatim. Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jawa Timur kecuali di Kediri dan Madiun.

Jika dilakukan pengamatan terhadap sepuluh komoditas yang menjadi penghambat utama terjadinya inflasi di masing-masing kota IHK Jawa Timur, maka komoditas tomat menjadi penghambat utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jawa Timur kecuali di Sumenep.

Komoditas daging ayam ras menjadi penghambat utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jawa Timur kecuali di Kediri dan Probolinggo. nti