PDIP Ogah Gabung Koalisi Perubahan, NasDem Tegaskan No Problem

Effendy Choirie atau akrab disapa Gus Choi

 

JAKARTA (wartadigital.id) –Sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang tidak mau berkoalisi dengan Koalisi Perubahan ditanggapi santai oleh Partai NasDem.

Bacaan Lainnya

“Gak apa-apa, no problem, mafi musykilah,” tegas Ketua DPP NasDem Effendy Choirie atau akrab disapa Gus Choi di Jakarta, Sabtu (18/2/2022).

Menurut Gus Choi, setiap warga negara punya hak memilih dan dipilih, termasuk partai politik yang notabene adalah peserta pemilu dalam membangun koalisi. “Ayo kita ikuti proses berdemokrasi politik yang berkualitas,” pungkasnya.

PDIP sendiri mengaku terbuka dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) berisi Golkar, PAN, dan PPP, serta Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang berisi Gerindra-PKB.

Namun, PDIP enggan kalau harus berkoalisi dengan Koalisi Perubahan yang digagas NasDem, Demokrat, dan PKS. “Kalau dengan Koalisi Perubahan, kayaknya mohon maaf (tidak),” kata politisi PDIP Masinton Pasaribu dalam diskusi di Media Center DPR RI, Jakarta, Kamis (16/2/2023).

Digoda PKB

Sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim membenarkan kabar yang menyebut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah melobi partainya agar bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). NasDem sebelumnya dikabarkan tinggal sedikit lagi mendeklarasikan Koalisi Perubahan bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.

Hermawi menganggap ajakan PKB tersebut sebagai hal biasa. Menurut dia, partainya juga kerap dianggap melobi partai lain untuk bergabung dengan Koalisi Perubahan.

“Lobi-melobikan hal yang lazim, sama halnya dengan NasDem yang selalu melakukan politik silaturahim kebangsaan, sering juga diterjemahkan oleh orang lain sebagai upaya melobi pihak lain untuk masuk koalisi Anies,” kata Hermawi, Jumat (17/2/2023).

Hermawi tak menjelaskan kapan PKB mengajak partainya untuk bergabung dengan KKIR. Namun, ia tak ambil pusing dengan hal tersebut. Ia juga tak menjelaskan apakah NasDem akan tergoda dengan ajakan itu.  “Ya ajak mengajak di antara sesama partai kan biasa saja, itu kan bagian dari komunikasi politik,” kata Hermawi.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebelumnya buka-bukaan soal langkahnya mendekati Partai NasDem menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sebelumnya, Muhaimin juga telah mendekati Partai Golkar.  “Pendekatan dan komunikasi, Golkar NasDem,” kata Cak Imin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/2/2023).

Saat ini PKB tergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Partai Gerindra. Muhaimin menyatakan bahwa pendekatan yang dilakukannya tersebut dalam rangka untuk memperkuat KKIR. Dia menyatakan, PKB dan Gerindra sepakat untuk membentuk koalisi yang diisi oleh banyak partai dan tokoh.

Pada Jumat pekan lalu, Muhaimin bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Istora Senayan, Jakarta. Golkar saat ini telah tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional. Muhaimin dan Airlangga pun sempat menyatakan membuka peluang untuk menyatukan kedua koalisi.

Sementara NasDem, PKS dan Partai Demokrat sebelumnya telah sepakat untuk mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ketiga partai itu telah mendeklarasikan dukungannya kepada Anies dan kabarnya akan segera mendeklarasikan pembentukan Koalisi Perubahan pada akhir bulan ini.

Jika terbentuk, Koalisi Perubahan akan menjadi koalisi pertama yang memastikan akan melaju pada Pilpres 2024 beserta calonnya. Pasalnya, perolehan kursi NasDem, Demokrat dan PKS di DPR RI saat ini telah mencukupi syarat ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold. rmo, tmp, ins