
SURABAYA (wartadigital.id) – Pembangunan dan pengembangan desa wisata di Jawa Timur harus dilakukan secara kolaboratif, mengusung semangat kerja ‘Jatim BISA’ yang berarti Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa DPMD Jatim, Endah Binawati, dalam talkshow Merawat Bumi Majapahit bertema Pariwisata 4.0 di Desa: Peran Digitalisasi dan Generasi Z dalam Pengembangan Desa Wisata, di Radio Suara Surabaya, Rabu (14/10/2025).
“Dengan semangat Jatim BISA, desa wisata harus mampu memberdayakan potensi lokal, menjaga harmonisasi sosial, serta memanfaatkan digitalisasi dan kearifan lokal agar bisa berkelas dunia,” ujar Endah usai siaran.
Ia menegaskan, pengembangan desa wisata bukan tanggung jawab satu instansi saja, melainkan hasil kolaborasi lintas sektor.
“Tagline Jatim BISA menjadi filosofi kerja kami, terutama dalam momentum HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur,” jelasnya
Endah pun merinci makna dari akronim BISA. Bisa’ berarti kan berdaya, kami dari Dinas PMD Provinsi Jawa Timur mengupayakan secara optimal agar desa-desa kita berdaya, agar masyarakat kita juga berdaya, memberdayakan potensi yang ada di desa untuk bisa di-branding secara ekonomi,” sambungnya.
Lalu kata ‘Inklusif’. Endah menerangkan, arti inklusif disini ialah pengembangan desa wisata yang ada di desa tidak hanya untuk sekelompok tertentu, tidak hanya untuk pemerintah desa saja, tapi bisa untuk seluruh masyarakat desa, termasuk menyasar pada wisatawan yang berkunjung ke desa.
“Yang ketiga, ada ‘Sinergi’. Sinergi ini artinya desa-wisata ini boleh ditangani oleh berbagai multi-sektor. Ada pentah helix mungkin di dalamnya, kolaborasi dari pemerintah provinsi, dari pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dari pihak-pihak swasta, kemudian dari perguruan tinggi, karena banyak sekali desa-wisata kita yang juga didamping oleh perguruan tinggi, dari Universitas Brawijaya, dari Ubaya, utamanya yang luar biasa konsen terhadap BUMdesa kita yang bergerak di sektor pariwisata,” terangnya.
Oleh karena multi-sektor, menurut Endah, sinergi menjadi penting, termasuk di dalamnya adalah penciptaan harmonisasi di desa. “Karena kalau tidak tercipta kondisi yang harmonis di desa, maka pengembangan desa-wisata ini tidak bisa berjalan dengan optimal,” lanjutnya.
Yang terakhir, pada akronim BISA ialag kata ‘Adaptif’. Dipaparkan Endah, bahwa adaptif ini artinya harus mampu untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada.
“Utamanya tema hari ini adalah digitalisasi, maka digitalisasi ini menjadi penting anak-anak muda di desa untuk bisa mengembangkan kreativitas dan inovasinya dengan mengawinkan kearifan lokal, mampu membuat desa-desa wisata ini menjadi desa yang Insyaallah berkelas dunia,” kata Endah. jat, kmf



