wartadigital.id
Headline Surabaya

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Bertahap di Jatim Bertambah Menjadi 29 Kab/Kota

Gubernur Khofifah Indar Parawansa berdialog dengan salah satu pelajar saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi Berbasis Pelajar yang digelar di SMA Khadijah Surabaya, Rabu (1/9/2021).

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Bupati/Walikota, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jatim untuk bisa memaksimalkan vaksinasi terutama bagi siswa kelas 12 SMA/SMK/MA dan juga SLB.

Upaya maksimalisasi ini penting dilakukan mengingat para siswa kelas 12 tersebut harus segera melakukan lompatan pembelajaran ke tahap berikutnya. Yakni bersiap ke perguruan tinggi, dan khusus untuk SMK harus segera melakukan penyesuaian dengan kebutuhan ‘Dudika’ atau Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja.

“Jadi kepentingan-kepentingan pasca mereka menyelesaikan studinya di tingkat SMA/SMK/MA ini memang harus digenjot bersama, dimaksimalkan bersama. Kita ingin mengantarkan putera-puteri kita terutama saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini kita harapkan kualitas SDM-nya tidak akan berkurang,” kata Khofifah saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi Berbasis Pelajar yang digelar di SMA Khadijah Surabaya, Rabu (1/9/2021).

Menurutnya, percepatan vaksinasi berbasis pelajar yang berusia 12-17 tahun ini juga dilakukan sebagai bagian dari proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bertahap yang mulai dilakukan sejak Senin (30/8/2021) kemarin. Sedangkan jenis vaksin yang digunakan untuk para pelajar ini adalah vaksin Sinovac.

Khofifah mengatakan, per (31/8/2021) kemarin, berdasarkan Inmendagri No 38 Tahun 2021 tentang PPKM level 4, level 3 dan level 2 di wilayah Jawa Bali, terdapat penambahan kab/kota di Jatim yang mengalami penurunan level dari sebelumnya level 4. Sehingga saat ini tinggal 9 kab/kota di Jatim yang masih level 4.

“Dengan adanya penurunan dari level 4 ini maka per 31 Agustus 2021 ada 29 kabupaten/kota di Jatim yang sudah dimungkinkan untuk melakukan PTM. Hal ini sesuai dengan status terbaru level PPKM yang ada di 29 kabupaten/kota tersebut,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, berdasarkan Rakor Evalusi PTM dengan para pimpinan MKKS, para kepala cabang dinas dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang dilakukan sebelumnya, beberapa daerah di Jatim yang sebelumnya dari level 4 sudah masuk level 3 dan 2 bisa segera memulai  uji coba PTM terbatas bertahap. “Terbatas bertahap ini sesungguhnya saya lebih senang menyebut ini adalah Blended atau Hybrid Learning. Karena di dalam proses pembelajaran tatap muka pada saat yang sama tetap dilakukan proses pembelajaran secara virtual. Jadi tugas guru memang akan semakin berat karena harus menyiapkan dua bahan ajar selain pembelajaran tatap muka secara terbatas juga tetap dilakukan Hybrid learning,” terangnya.

Pelaksanaan vaksinasi dosis pertama di SMA Khadijah Surabaya ini sendiri menargetkan sebanyak 1.300 dosis yang diperuntukkan bagi siswa siswi SMA dan SMP Khadijah Surabaya, serta Panti Asuhan Khadijah. Sedangkan jenis vaksinnya adalah Sinovac.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Khadijah Prof Dr HM Ridlwan Nasir MA menyampaikan terima kasih atas atensi dan perhatian dari Pemprov Jatim dan Gubernur Jatim yang memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi bagi para pelajar SMA, SMP dan Panti Asuhan Khadijah. “Kami menyampaikan terima kasih dan juga kami berpesan pada anak-anakku meskipun sudah divaksin mohon tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat,” pungkasnya. sis, rya

 

Related posts

Pulihkan Perekonomian, Sidoarjo Targetkan 100% Warga Dapat Vaksin Dosis 1 dan 2

redaksiWD

Gubernur Khofifah Pimpin Kegiatan Misi Dagang dan Investasi di Malut, Raih Transaksi Rp 500,2 Miliar

redaksiWD

Terpapar Covid-19, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim Meninggal Dunia

redaksiWD