
Kepala Organisasi Populer Dunia untuk Keadilan dan Perdamaian Yerusalem Pastor Manuel Musallam.
YERUSALEM (wartadigital.id) – Umat Kristen bersama Muslim Palestina siap mati untuk membela Masjid Al-Aqsa, dan tidak akan pernah menyerahkan kuncinya kepada pendudukan Israel. Sikap tegas itu diungkapkan Kepala Organisasi Populer Dunia untuk Keadilan dan Perdamaian Yerusalem, Pastor Manuel Musallam, dilansir Middle East Monitor pada 14 April 2022.
Pernyataan Musallam muncul setelah muncul iklan online yang menyerukan kelompok ekstremis Yahudi untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa selama liburan Paskah dan mengorbankan hewan di halaman masjidnya. Hadiah uang telah ditawarkan kepada mereka yang mampu melakukan pengorbanan tersebut. “Kami siap mati dengan kepala tegak di sekitar Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci di Kota Tua Yerusalem,” tegas dia bersumpah seperti dikutip, Minggu (17/4/2022).
Dia menegaskan tidak akan pernah menyerahkan kunci situs suci ini dengan harga berapa pun. “Melakukan pengorbanan suci Yahudi di dalam Masjid Al-Aqsha membuktikan Zionis sedang bermanuver untuk menduduki masjid, menghancurkannya dan membangun kuil yang mereka duga di tempatnya,” papar Musallam.
Tokoh Kristen senior di Palestina itu mengatakan bahwa umat Kristen akan membela Masjid Al-Aqsa dan umat Islam akan membela Gereja Makam Suci. “Kita semua berasal dari bangsa yang sama dan budaya yang sama,” tutur dia. “Al-Aqsa memanggil Anda dan matanya menangis, jadi jangan gagal,” tegas dia.
Sebelumnya Komite Islam-Kristen di Palestina memperingatkan pihak berwenang Israel bahwa setiap upaya oleh pemukim untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa akan menyebabkan letusan skala besar dan belum pernah terjadi sebelumnya dari situasi di tanah di mana pendudukan Israel akan menanggung konsekuensi seriusnya.
“Palestina bertekad untuk mempertahankan kesucian mereka, apa pun konsekuensinya,” tegas Komite itu, dilansir Middle East Monitor.
Komite mengutuk kampanye pembunuhan di luar proses hukum yang dilakukan tentara Israel di Tepi Barat. Mereka menegaskan eskalasi brutal dan kekerasan ini tidak akan berhasil menekan tekad rakyat Palestina untuk mempertahankan tanah dan tempat-tempat suci mereka. “Membebaskan tangan tentara pendudukan Israel dan pemukim untuk melakukan kejahatan perang seperti pembunuhan di luar proses hukum, penindasan, penyalahgunaan, penangkapan dan penodaan tempat-tempat suci menegaskan sekali lagi sifat agresif dan brutal dari “pendudukan Israel” yang mempraktekkan terorisme negara dalam segala bentuknya,” ungkap pernyataan komite itu. sin, rz, ins