Pemkot Surabaya Optimalisasi Dampak Ekonomi Piala Dunia U-17 bagi UMKM

Walikota Surabaya Eri Cahyadi menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (18/9/2023) pagi.

 

SURABAYA (wartadigital.id) – Pemkot Surabaya siap mengoptimalisasi dampak ekonomi yang ditimbulkan dari gelaran Piala Dunia U-17 bagi para pelaku UMKM di wilayah setempat.

Bacaan Lainnya

Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pelaku UMKM dipersiapkan untuk memproduksi pernak-pernik kejuaraan dunia kelompok usia itu. “Kalau UMKM setiap RW harus bergerak, jadi kami target sebanyak-banyaknya,” kata Eri di kawasan Balai Kota Surabaya, Sabtu (23/9/2023).

Kemudian, desain pernak-pernik Piala Dunia U-17 saat ini sedang digodok, kemudian dilakukan kurasi sebelum memasuki tahapan finalisasi. Setelah rampung desain tersebut siap diproduksi secara massal dan dipasarkan oleh para pelaku UMKM. “Kalau sudah pasti maka pekan depan kami langsung eksekusi,” ujarnya.

Dia menyebut untuk pernak-pernak pihaknya juga mengacu pada ketentuan FIFA, yakni tidak merubah maupun memproduksi maskot Piala Dunia dengan menambahkan sentuhan lainnya. “Yang tidak boleh itu maskotnya,” ujarnya.

Karenanya, barang-barang yang diproduksi oleh pelaku UMKM tak mencantumkan logo Piala Dunia, namun merancang desain lain yang tetap bernuansa kejuaraantersebut. “Ada mug, gelas, slayer dan macam-macam. Pokoknya buat nonton bola,” kata Eri.

Di sisi lain, untuk memeriahkan Piala Dunia U-17 Pemkot Surabaya juga menempatkan maskot resmi turnamen tersebut di sejumlah ruang publik di wilayah setempat. “Jadi nanti kami sandingkan, ada maskot FIFA U-17 dan di sebelahnya ada Surabaya,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Kota Surabaya ditetapkan sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia U-17. Tak hanya itu, laga Tim Nasional Indonesia U-17 juga memainkan laga di stadion tersebut. Laga pembuka dimulai tanggal 10 November 2023, anak asuh Bima Sakti dijadwalkan menghadapi Tim Nasional U-17 Ekuador. omo, ike