
Sebuah maskapai penerbangan Israel dipaksa untuk membatalkan penerbangan ke Dubai setelah gagal mendapatkan izin melintas wilayah udara Arab Saudi.
RIYADH (wartadigital.id) – Sebuah maskapai penerbangan Israel dipaksa untuk membatalkan penerbangan ke Dubai setelah gagal mendapatkan izin melintas wilayah udara Arab Saudi. Hal ini dilaporkan pada 25 Mei lalu.
Radio militer Israel mengatakan para penumpang menunggu selama 10 jam di bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv, sebelum akhirnya penerbangan Israir dibatalkan.
Alasan penolakan Arab Saudi untuk memberikan izin penerbangan Israel masih belum jelas. Riyadh telah mengizinkan penerbangan Israel untuk menggunakan wilayah udara Arab Saudi dalam perjalanan ke Dubai sejak November. “Tanpa menggunakan wilayah udara Arab Saudi, penerbangan antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) akan sulit dan tidak berkelanjutan,” sebut laporan Anadolu, Kamis (27/5/2021).
Laporan itu menyebutkan jika tidak melintasi wilayah udara Negeri Petrodolar, penerbangan dari Israel ke Dubei akan bertambah dari tiga jam, menjadi delapan perjalanan.
Pada Desember, Israir mengumumkan program penerbangan dua penerbangan setiap hari antara Israel dan UEA. Operator Israel lainnya, termasuk El Al, juga memiliki program penerbangan serupa. Pada September 2020, UEA dan Israel menandatangani kesepakatan yang disponsori AS untuk menormalkan hubungan mereka. Sejak saat itu, kedua negara telah menandatangani puluhan perjanjian bilateral di berbagai bidang, termasuk investasi, jasa perbankan, dan pariwisata. ana