Pengmas PPDB Unair 2024,  Serahkan Sepeda Listrik dan PLTS Hybrid di Ngiroboyo Pacitan

Penyerahan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Hybrid dalam kegiatan Pengmas PPDB Unair 2024 di Pacitan, Kamis (23/10/2024).

PACITAN (wartadigital.id) – Unair kembali menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Program Pengembangan Desa Binaan (PPDB) tahun 2024 di Area Wisata Pesona Ngiroboyo, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. Dalam kegiatan yang digelar sejak Rabu (23/10/2024) hingga Jumat (25/10/2024) ini, Unair menyerahkan sepeda listrik dan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Hybrid untuk mengoptimalkan pengembangan destinasi wisata khususnya wisata berbasis potensi geothermal di kabupaten berjuluk 1.000 gua.

Penyerahan sepeda listrik kepada Pokdarwis Pesona Ngiroboyo.

Ketua PPDB Pacitan 2024 Prof Dr Ir Retna Apsari MSi menjelaskan potensi geothermal di Pacitan diantaranya adalah potensi angin, solar, panas bumi perlu dimaksimalkan untuk memperkuat potensi daerah dengan berintegrasi dengan seluruh komponen masyarakat. Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair berkolaborasi dengan 2 fakultas, yaitu Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM), Fakultas Vokasi (FV) hadir untuk menggali dan mengoptimalkan potensi itu guna memberdayakan dan mendukung ekonomi keberlanjutan di Kabupaten Pacitan. Selain itu pelatihan dan pendampingan terkait pengembangan destinasi wisata serta pemanfaatan sumber daya alam berbasis energi terbarukan dan energi geothermal diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja serta menambah devisa Kabupaten Pacitan.

Bacaan Lainnya

“Potensi geothermal, renewable energy dan sumber daya alam yang melimpah di Pacitan belum digunakan secara maksimal untuk pengembangan potensi daerah khususnya di bidang pariwisata. Tim Pengmas Unair akan berkolaborasi dan secara bertahap membantu mengoptimalkan pengembangan potensi yang ada sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan,” katanya di sela pembukaan Pengmas PPDB Unair 2024 Batch 2 di Pacitan, Kamis (24/10/2024).

Solusi yang ditawarkan Unair adalah pemanfaatan teknologi informasi dan pemanfaatan hasil penelitian yang sudah dikembangkan oleh tim Pengmas baik hardware dan software, untuk dapat diimplementasikan di Kabupaten Pacitan bersama stake holder, seluruh masyarakat sasaran dan seluruh mitra untuk mengatasi problem destinasi wisata. “Kami berharap produk-produk Unair dapat membantu keterlibatan masyarakat untuk peningkatan ekonomi berkelanjutan,” katanya.

Agenda kegiatan tim Pengmas Unair  diawali dengan melaksanakan diskusi bersama masyarakat, mitra, pemuka agama, pemerintah terkait, sekolah menengah atas lokal dan perguruan tinggi lokal. Keterlibatan seluruh komponen tersebut dimaksudkan agar dapat memilih dengan tepat inovasi yang akan dipilih, berdasarkan existing produk yang sudah dimiliki oleh tim Pengmas dan kondisi sosial serta ekosistem masyarakat.

Dalam kesempatan itu Unair menyerahkan sepeda listrik ke Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Pesona Ngiroboyo. Penyerahan dilakukan oleh Prof Dr Ir Retna Apsari MSi kepada Wildan Nur Swi Harmoko selaku Ketua Pokdarwis Pesona Ngiroboyo dengan disaksikan dua dosen Prodi Teknik Elektro FTMM, yakni Yoga Uta Nugraha  ST, MT dan Prisma Megantoro ST, MEng. Kedua produk tersebut merupakan hasil hilirisasi penelitian dosen bersama mahasiswa di Prodi Teknik Elektro FTMM Unair.

Pemasangan PLTS di area wisata Pantai Ngiroboyo.

Yoga Uta Nugraha menjelaskan teknologi sepeda listrik yang memanfaatkan energi terbarukan seperti solar panel cocok untuk diterapkan di area wisata. “Sepeda listrik ini bisa menjadi contoh dalam penerapan energi bersih di Pantai Ngiroboyo. Selain itu juga dalam rangka memperkenalkan teknologi ramah lingkungan ke masyarakat setempat,” katanya.

Spesifikasi teknis sepeda listrik yang diberikan Unair memiliki baterai Lithium 500 Wh, dinamo hub wheels 350 watt, kecepatan maksimal 35 km/jam, jarak tempuh 30-40 km, daya charger 100 watt. Sedangkan fiturnya menggunakan pedal assist system, memiliki 5 mode kecepatan dan sudah waterproof system.

Mahasiswa dan dosen Unair mengecek fungsi PLTS hybrid.

Sedangkan PLTS hybrid, Prisma menjelaskan keberadaannya ini diharapkan mampu membantu mengatasi pasokan listrik di Desa Sendang . Selama ini, kadang-kadang, pasokan listrik di sana padam.   Saat listrik mati, masyarakat di sana dan Pokdarwis tak bisa bekerja maksimal. “Adanya PLTS hybrid ini bisa menjadi backup pasokan listrik saat listrik padam,” katanya.

Spesifikasi teknis PLTS hybrid yang diserahkan itu untuk panel surya 200 wp 2 unit, inverter 3 kw dan baterai 100 ah 12v 2 unit. Penggunaan untuk sound system bisa 1 jam. Jika untuk lampu taman atau penerangan bisa 12 jam. Tak hanya menyerahkan dan memasang PLTS, tim Pengmas Unair juga memberikan panduan operasional dan perawatan alat-alat tersebut ke Pokdarwis dan Karang Taruna setempat. nti*

Pos terkait