
SURABAYA (wartadigital.id) – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Timur selain mengejar prestasi dan fokus pembinaan atlet, juga terlibat peningkatan pariwisata dan konservasi lingkungan, khususnya di bantaran sungai.
Ketua Umum FAJI Jatim Johanes Koento, mengatakan, di Jatim ada sekitar 10 operator atau venue arung jeram lebih banyak daripada Jabar. Jika pihaknya bisa meningkatkan kunjungan wisata, mereka juga sekaligus bisa berlatih. “Selain itu, FAJI Jatim juga punya misi untuk konservasi lingkungan di sekitar sungai,” kata Koento, dikonfirmasi Sabtu (16/11/2024).
Seperti diketahui kepengurusan Pengprov Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jatim resmi dilantik di Hotel Papilo, Surabaya, pada Kamis (14/11/2024). Di bawah komando Ketua Umum Johanes Koento, arung jeram Jatim siap merebut emas jika dipertandingkan di PON 2028 yang digelar di NTB dan NTT.
“Kami baru bisa menyumbang dua medali perak di PON Aceh kemarin. Dengan kepengurusan baru ini, kami sudah melakukan evaluasi dan siap untuk meraih medali emas di PON berikutnya,” ujar Johannes Koento usai pelantikan yang dihadiri Ketua Umum KONI Jatim, M. Nabil dan Binpres PB Faji, Irfan Bachtiar.
Selain mengejar prestasi, Koento menambahkan jika FAJI Jatim tidak hanya terfokus pada pembinaan atlet, namun juga terlibat dalam peningkatan pariwisata dan konservasi lingkungan, khususnya di bantaran sungai.
Sementara Ketua KONI Jatim, M. Nabil mengatakan jika pihaknya sudah melakukan evaluasi terkait hasil dua medali perak yang diraih cabor arung jeram di PON Aceh lalu.
“Saya tidak kecewa tapi saya sedih. Dengan dua medali perak, artinya atlet dan pengurus sudah berusaha maksimal, tapi ada faktor lain yang menyebabkan kita gagal mendapat emas. Ke depan, dengan kepengurusan baru ini, saya yakin bisa mendapatkan hasil lebih baik. Apalagi Mas Koento ini bukan orang baru di dunia olahraga,” ucap Nabil.
Selain itu, lanjut Nabil, dari evaluasi KONI, yang harus dilakukan Pengprov FAJI Jatim adalah memperbanyak kejuaraan daerah sebagai sarana pembibitan dan kompetisi bagi atlet.
“Salah satu evaluasi KONI, arung jeram ini masih minim kejuaraan. Harus diperbanyak, berlatih tanpa bertanding jelas kurang baik. Atlet butuh ajang kompetisi, siapa yang terbaik itu yang dikirim mewakili Jatim,” kata Nabil.
Dijelaskan Nabil, hingga saat ini belum ada kepastian terkait cabor yang dipertandingkan di PON 2028 mendatang. Namun peluang arung jeram kembali dilombakan masih terbuka, meski bukan termasuk cabor olimpic games.
“Kita minta Pengprov FAJI Jatim terus berkordinasi dengan PB FAJI. Selain cabor olimpic cabor lain juga bisa dipertandingkan sesuai dengan permintaan tuan rumah. NTB juga punya venue arung jeram,” ujarnya. jtm, koi





