Penuh Haru, Perjuangan Sejumlah WNI Berhasil Evakuasi Diri dari Ukraina

Twitter
25 WNI telah berhasil dievakuasi dari Odessa Ukraina ke wilayah Rumania pada Minggu, 27 Februari 2022.

 

JAKARTA (wartadigital.id)  – Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri telah melakukan evakuasi terhadap sejumlah WNI di Ukraina menyusul invasi Rusia ke negara tersebut. Hingga saat ini peperangan masih terjadi.

Bacaan Lainnya

Menlu Retno Marsudi mengatakan total terdapat 99 WNI yang sudah dievakuasi hingga saat ini. Erni Dona Poltavtseva dan Vanda Sakina Damayanti adalah di antaranya. Melalui akun Instagram-nya, Erni Dona mengatakan bahwa ia dan keluarganya berhasil keluar dari Ukraina. Ia pun bersyukur proses evakuasi berjalan lancar.

“Alhamdulillah sekali. Terima kasih teman-teman yang sudah mendoakan kami. Perjalanannya lancar, alhamdulillah. Kami sudah melewati perbatasan Ukraina, dan keadaan kami sehat,” ucap Erni Dona, dikutip dari akun Instagram @couple_travel pada Rabu (2/3/2022).

Perasaan lega pun turut dirasakan oleh Vanda. Setelah berada di Bucharest Rumania, ia mengatakan langkah selanjutnya adalah evakuasi ke Jakarta. “Alhamdulilah kita sudah sampai sejauh ini. Tinggal sedikit lagi kita sampai hotel kita. Kemudian mungkin besok (kami dievakuasi ke Jakarta),” ucapnya melalui akun Instagram @vandasakinadamayanti.

Meski begitu, keduanya mengaku cukup sedih lantaran tak sedikit orang yang tidak seberuntung dirinya. Dikatakan oleh Erni Dona, beberapa temannya terpaksa harus berpisah dengan sang suami yang mana warga negara Ukraina. “Cuma ngerasa sedih banget karena beberapa teman suaminya nggak bisa ikut kami,” kata Erni Dona.

Melalui unggahan terpisah, Vanda pun mengunggah video di Instagram Story-nya yang mana memperlihatkan seorang anak yang harus berpisah dengan sang ayah. “Ini dia adalah bayi cantik yang harus pisah sama papanya. Papanya adalah orang Ukraine, karena peraturan pemerintah agar siap dipanggil kapanpun untuk wajib militer (jadi tidak bisa ikut dievakuasi). Aku nggak kuat kejadian tadi malem banyak banget. I miss my bestfriend too,” tulisnya dalam video terkait.

Sementara itu, diketahui saat ini masih ada sejumlah WNI yang belum berhasil dievakuasi lantaran pertempuran masih terus terjadi. “Masih terdapat 4 WNI di Kharkiv dan 9 di Chernihiv, di sebelah utara Ukraina. Mereka belum dapat dievakuasi mengingat pertempuran darat masih terus terjadi. Pemerintah masih terus menunggu saat yang tepat untuk dapat mengevakuasi mereka,” kata Retno dalam keterangan persnya.

Menteri Retno pun menambahkan ada 24 WNI yang memilih untuk tetap tinggal di Ukraina karena alasan keluarga. Sebelumnya dalam keterangan resmi, Menlu RI Retno Marsudi menyatakan pemerintah Indonesia berhasil melakukan evakuasi terhadap sejumlah WNI dari Ukraina di tengah konflik negara tersebut dengan Rusia.

Menlu Retno mengatakan bahwa total sudah ada 99 WNI yang berhasil dievakuasi dari Ukraina dan 5 WNI telah melakukan evakuasi mandiri. Namun, saat ini masih ada sejumlah WNI yang belum berhasil dievakuasi karena pertempuran darat masih terus terjadi. “Masih terdapat 4 WNI di Kharkiv dan 9 di Chernihiv, di sebelah utara Ukraina. Mereka belum dapat dievakuasi mengingat pertempuran darat masih terus terjadi. Pemerintah masih terus menunggu saat yang tepat untuk dapat mengevakuasi mereka,” kata Retno dalam keterangan pers, Selasa (1/3/2022).

Selain itu, Retno menyebut terdapat 24 WNI yang memilih untuk tetap tinggal di Ukraina karena alasan keluarga, mereka menikah dengan Warga Negara Ukraina.

Retno pun kemudian menceritakan detik-detik menegangkan dari upaya evakuasi para WNI dari Ukraina. Adapun, evakuasi pertama dilakukan terhadap 25 WNI yang dievakuasi melalui Odessa dan sudah tiba di Bucharest Rumania pada 27 Februari 2022 pukul 16.30 waktu setempat. “WNI yang dievakuasi semuanya perempuan, dan 1 anak berumur sekitar 12 tahun,” ujarnya.

Dia mengatakan, tim evakuasi bergerak dari Tulcea, perbatasan Rumania-Moldova pada Sabtu, 26 Februari, pukul 06.00 pagi dan akhirnya tiba kembali di Bucharest pada 27 Februari pukul 16.30 waktu setempat.

Lama perjalanan secara total yang ditempuh tim evakuasi sekitar 35 jam dengan menggunakan bus. Di waktu normal, lama perjalanan tidak lebih dari 10 jam. Tim evakuasi juga melewati 5 kali pemeriksaan dan cek point di wilayah Ukraina.

Di perbatasan terjadi antrean mobil lebih dari 10 km. Dari pantauan, mobil yang antre telah berada di perbatasan selama 2 hari. “Namun alhamdullilah, evakuasi bisa menembus antrean sekitar 4,5 jam,” ucap Retno.

Dari 25 WNI yang berhasil dievakuasi tersebut, 1 orang WNI dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes dan sudah mendapatkan penanganan. Upaya evakuasi kedua dilakukan terhadap 6 orang WNI dan 1 WNA yaitu suami dari WNI pada 27 Februari 2022. Mereka dievakuasi dari Lviv menuju Rzeszow Polandia. Sebanyak 6 WNI tersebut terdiri dari 2 perempuan dewasa, 3 anak-anak dan 1 bayi.

Tim KBRI Warsawa berangkat dari safe house di Rzeszow pada pukul 07.30 pagi dan dapat tiba kembali dengan para evacuee WNI sekitar jam 20.45 malam hari. “Sebagaimana jalur perbatasan Rumania, jalur ini pun mengalami antrean yang sangat panjang, yaitu hingga 30 km khususnya di daerah perbatasan. Saat ini, mereka sudah berada di Rzeszow dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Evakuasi yang ketiga dilakukan terhadap 4 WNI (2 pria dan 2 anak) dan 2 WNA (pasangan WNI) yang juga telah dijemput oleh tim KBRI Warsawa dari McD Ternopil, Lviv (Ukraina) menuju Polandia, dengan jarak tempuh 150 km. “Mereka saat ini sudah tiba di safe house di Rzeszow, Polandia pada 28 Februari 2022 jam 19.40 waktu setempat,” kata Retno.

Dia menyebut rombongan sempat mengalami antrean di perbatasan cek poin Polandia selama kurang lebih dari 2 jam sebelum akhirnya bisa masuk ke Polandia. Lebih lanjut, Retno mengatakan evakuasi keempat berhasil dilakukan dengan jumlah rombongan lebih besar. Sebanyak 59 WNI dan 1 WNA berhasil dievakuasi dari Kiev dan telah berhasil diseberangkan ke wilayah Moldova dan saat ini dalam perjalanan menuju Rumania.

Retno menceritakan evakuasi dari Kiev ini sebelumnya direncanakan dilakukan tanggal 27 Februari 2022 yaitu melewati kota Lviv menuju Polandia. Namun, karena adanya kebijakan curfew dan beberapa tantangan infrastruktur jalan yang diakibatkan peperangan, maka evakuasi terpaksa harus ditata ulang kembali. “Saya sendiri terlibat langsung dalam penataan ulang jalur aman untuk evacuee dari Kiev. Penetapan jalur yang kita ambil akhirnya kita lakukan setelah kita melakukan konsultasi compare notes dengan banyak pihak, termasuk komunikasi saya dengan beberapa Menteri Luar Negeri, termasuk atau khususnya Menteri Luar Negeri Turki dan India, yang mengalami situasi yang kurang lebih sama,” ungkapnya.

Meski sempat terhambat, tapi evakuasi akhirnya dapat dilakukan pada 28 Februari dengan mengambil jalur selatan melalui Kota Vinnytsia menuju Bucharest Rumania via atau melalui Moldova.

Evakuasi menggunakan 12 mobil dengan banyak menggunakan jalur alternatif guna menghindari antrean dan macet di jalur utama. Rombongan berangkat dari KBRI di Kyiv sekitar pukul 11.30 dan tiba di perbatasan Moldova pada pukul 22.00 atau sekitar pukul 03.00 dini hari 1 Maret waktu Jakarta. “Sebelum rombongan berangkat dari Kiev saya sempat melakukan komunikasi per telpon dengan para evacuee dan semua perjalanan kita pantau dari dekat,” ujar Retno.

Dia mengungkapkan saat ini Pemerintah Indonesia tengah mematangkan skenario untuk menerbangkan WNI yang berhasil dievakuasi dan berada di Rumania dan Polandia untuk diterbangkan ke Indonesia. “Jadi sekali lagi, setelah para evacuee aman di dua titik tersebut, maka langkah selanjutnya adalah penjemputan dengan pesawat untuk kembali ke Indonesia,” ungkapnya. bis, set, ins