wartadigital.id
Ekbis Headline

Penyaluran Kredit Naik 26,35%, Aset Bank Maspion Tembus Rp 10,11 Triliun

Direktur Umum Bank Maspion Herman Halim memberikan penjelasan dalam public expose bersama jajaran direksi usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Maspion Indonesia Tbk, Selasa (31/8/2021).

SURABAYA (wartadigital.id) – Kinerja Bank Maspion di tengah hantaman pandemi Covid-19 mencatatkan pertumbuhan positif. Aset Bank Maspion naik 33,57% secara year on year dari Rp 7,57 triliun menjadi Rp 10,11 triliun. Kenaikan aset bank di tahun 2020 itu karena meningkatnya jumlah penyaluran kredit dari Rp 5,46 triliun menjadi Rp 6,90 triliun atau naik 26,35%.

Berdasarkan jenis penggunaan realisasi penyaluran kredit masih sesuai dengan kebijakan bank untuk fokus pada pembiayaan sektor-sektor produktif. Kontribusi portofolio kredit modal kerja mendominasi penyaluran, sebesar 74,11%, kemudian kredit investasi sebesar 22,74% dan kredit konsumsi sebesar 3,15%.

Rinciannya kredit investasi naik dari 40,98% dari Rp 1,14 triliun menjadi Rp 1,61 triliun, sementara kredit model kerja naik 24,82% year on year dari Rp 4,06 triliun menjadi Rp 5,07 triliun. Sedangkan kredit konsumsi mengalami penurunan dari Rp 256 miliar menjadi Rp 219 miliar.

“Kami selektif menyalurkan kredit, tetap menerapkan prinsip kehati-hatian karena faktor risiko yang tinggi di tengah pandemi,” kata Direktur Umum Bank Maspion Herman Halim dalam public expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Maspion Indonesia Tbk, Selasa (31/8/2021).

Dijelaskan Herman Halim perseroan juga masih mampu mempertahankan kinerja di tahun 2020 dengan tetap membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 89.555 juta dan laba tahun berjalan sebesar Rp 66.986 juta dengan Return On Asset (ROA) sebesar 1,09% dan Return On Equity (ROE) sebesar 5,52% serta rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar Rp 16,53%.

Pencapaian kinerja tersebut kata Herman Halim tidak terlepas dari penerapan strategi Community Business Model serta keberhasilan Bank Maspion dalam melanjutkan program Penciptaan 1 juta UMKM melalui Program Tabungan DASYATT.

“Prestasi yang kami raih pada tahun 2020 menjadi landasan yang kuat bagi kami untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik di tahun yang akan datang,” katanya.

Dijelaskan Herman Halim, untuk target pertumbuhan Bank Maspion pada 2021 perseroan akan melihat pada situasi perkembangan Covid-19. Sebelumnya perseroan  merencanakan pertumbuhan aset sebesar 32% atau menjadi Rp 13,4 triliun hingga akhir 2021. Sedangkan pertumbuhan kredit direncanakan sebesar 23% atau menjadi Rp 8,5 triliun. Pertumbuhan DKP diproyeksikan sebesar 35% atau menjadi Rp 11,1 triliun. “Kalau  Covid-19 dapat teratasi, kami optimitis mencapai rencana kerja dan bertumbuh menjadi lebih baik lagi,” katanya. ttw

Related posts

Maia Estianty Umumkan Positif Covid-19 Kedua Kali

redaksiWD

Dukung Percepatan Herd Immunity, Bank Jatim Gelar Program Vaksinasi Bersama Sektor Jasa Keuangan

redaksiWD

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh ke Tempat Wisata, Ini Syaratnya

redaksiWD