Perang Israel-Hamas Memanas, Tiongkok Dukung Berdirinya Negara Palestina yang Berdaulat

Reuters
Serangan udara Israel di Jalur Gaza yang diluncurkan setelah serangan mendadak Hamas menewaskan lebih 300 warga Israel.

 

BEIJING (wartadigital.id) – Kementerian Luar Negeri Tiongkok turut berkomentar mengenai konflik yang terjadi di Timur Tengah yang melibatkan tentara Hamas Palestina dan Israel.

Bacaan Lainnya

Penyerbuan brigade Al-Qassam beberapa hari lalu menjadi kejutan besar atas konflik berkepanjangan dua negara itu. Ratusan orang dari pihak Israel dikabarkan tewas dan ribuan lainnya terluka dalam penyergapan itu. Terbaru, Israel melakukan balasan dengan membombardir kawasan permukiman di Jalur Gaza, Tepi Barat via jalur udara.

Melihat konflik yang diprediksi akan membesar, pihak Tiongkok menyatakan bahwa jalan keluar utama dari konflik Israel-Palestina yang berlarut-larut adalah pembentukan negara Palestina berdaulat. Hal tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Tiongkok usai perang pecah antara Israel dengan kelompok Hamas pada akhir pekan ini.

Beijing mengaku “sangat khawatir” dengan eskalasi kekerasan yang signifikan antara Israel dan Palestina sejak Sabtu (7/10/2023) lalu. Pemerintahan Xi Jinping pun menyerukan implementasi solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. “Pengulangan konflik ini (Israel-Palestina) sekali lagi menunjukkan bahwa kebuntuan berlarut-larut dari proses perdamaian tidak bisa dibiarkan. Jalan fundamental untuk keluar dari konflik ini adalah implementasi solusi dua negara dan pembentukan Negara Palestina yang merdeka,” demikian tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Tiongkok dikutip Associated Press, Minggu (8/10/2023).

Beijing pun mengaku akan bekerjasama dengan komunitas internasional untuk mencari jalan damai Israel-Palestina. Tiongkok juga mendesak komunitas internasional untuk “segera memfasilitasi pembukaan kembali perundingan damai antara Palestina dan Israel.” Eskalasi konflik di Jalur Gaza dikhawatirkan meningkat usai Israel mengirimkan serangan balasan hingga Minggu (8/10/2023).

Di utara Israel, kelompok Hizbullah pun turut meluncurkan serangan roket atas nama “solidaritas dengan Palestina.” Sebelumnya, sejumlah negara telah merilis pernyataan usai Hamas meluncurkan serangan besar-besaran ke Israel pada Sabtu (7/10/2023) lalu. Republik Indonesia mengaku prihatin dengan perkembangan situasi Israel-Palestina belakangan ini. “Indonesia mendesak agar tindakan kekerasan segera dihentikan untuk menghindari semakin bertambahnya korban manusia,” demikian pernyatan Kementerian Luar Negeri RI.

Untuk diketahui, militan Hamas menembakkan ribuan roket dan mengirim puluhan pejuang ke kota-kota Israel di dekat Jalur Gaza dalam serangan mendadak yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari libur besar Yahudi pada Sabtu (7/10/2023). Lebih 300 warga Israel, sebagian besar warga sipil, dipastikan tewas dan 1.864 luka-luka, menurut pihak berwenang Israel.

Sementara di pihak Palestina, setidaknya 256 warga sipil telah tewas dan lebih dari 1.788 terluka dalam serangan balasan Israel di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Menanggapi eskalasi, Kedutaan Besar Tiongkok di Israel dan Palestina mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk memberikan perhatian penuh terhadap situasi yang berkembang dan memperkuat langkah-langkah keselamatan. wkt, ins