PLN Beri Dukungan, Lumajang Integrasikan Energi Hijau dalam Aspek Pembangunan Daerah

Bupati Lumajang Indah Amperawati (dua dari kiri) saat kegiatan Customer Intimacy PLN UP3 Jember di Hotel Aston Inn Lumajang, Rabu (22/10/2025). foto istimewa

Pertumbuhan ekonomi suatu daerah antara lain bergantung pada keberadaan energi listrik. Itu pulalah yang memosisikan
energi listrik menempati posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Seperti apakah?

Pemerintah daerah setempat dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menekankan bahwa ketersediaan listrik yang andal dan berkualitas menjadi pondasi utama bagi pengembangan industri, percepatan investasi, serta peningkatan layanan publik.

Bacaan Lainnya

Maka tidak heran bila Bupati Lumajang, Indah Amperawati yang akrab disapa Bunda Indah, menyatakan, pentingnya energi listrik sebagai penggerak utama perekonomian daerah.

“Energi listrik adalah penggerak utama perekonomian. Dengan pasokan listrik yang stabil dan berkualitas, kita mampu menggerakkan sektor industri, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bunda Indah saat menghadiri kegiatan Customer Intimacy PLN UP3 Jember di Hotel Aston Inn Lumajang, Rabu (22/10/2025).

Stabilitas pasokan listrik tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi makro, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat sehari-hari. Menurut Bunda Indah, usaha kecil dan menengah, sektor perdagangan, serta layanan publik dapat beroperasi lebih efisien sehingga menciptakan lapangan kerja baru dan memerkuat daya saing daerah.

Pemkab Lumajang dan PT PLN melalui Kantor PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jember telah memerkuat sinergi dalam menyediakan energi listrik yang berkelanjutan. Sinergi ini mencakup peningkatan kapasitas jaringan, pemeliharaan infrastruktur, serta penerapan energi ramah lingkungan yang mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.

“Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan PLN, seluruh sektor ekonomi, tentunya di wilayah Kabupaten Lumajang, dapat beroperasi optimal. Ini bukan hanya soal listrik, tetapi soal menciptakan peluang ekonomi, meningkatkan kualitas hidup, dan memastikan masyarakat menikmati manfaat pembangunan secara nyata,” tutur Bunda Indah.

Kegiatan Customer Intimacy PLN UP3 Jember ini juga menjadi momentum untuk mendengar aspirasi masyarakat dan pelaku usaha terkait kebutuhan energi listrik. Dengan dialog terbuka itu, Pemkab Lumajang berupaya memastikan setiap investasi dan aktivitas ekonomi di daerah mendapat dukungan energi yang memadai.

Sedangkan Manager PLN UP3 Jember, Sendy Rudianto, menyatakan, kegiatan tersebut menegaskan peran PLN sebagai penggerak ekosistem energi hijau sekaligus mitra strategis pemerintah daerah.

Dengan fokus pada energi sebagai penggerak ekonomi, Kabupaten Lumajang menempatkan diri pada jalur pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Listrik yang andal menjadi kunci tidak hanya bagi sektor industri, tetapi juga untuk pembangunan sosial dan pelayanan publik yang lebih baik.

Seperti diketahui, energi listrik di Kabupaten Lumajang kini tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga pilar utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan energi hijau dalam seluruh aspek pembangunan daerah, dari industri hingga kehidupan sehari-hari masyarakat.

Akan halnya energi hijau adalah energi dari sumber daya alam terbarukan dan ramah lingkungan, yang diproduksi tanpa merusak lingkungan atau melepaskan gas rumah kaca. Contohnya termasuk energi dari matahari, angin, air (hidroelektrik), panas bumi, dan biomassa. Energi hijau sangat penting untuk mengurangi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sebagai gambaran bahwa karakteristik dan contoh energi hijau, antara lain energi terbarukan sumbernya terus-menerus diperbarui secara alami, seperti sinar matahari atau tenaga surya dan angin.

Kemudian ada energi ramah lingkungan yang menghasilkan sedikit atau tanpa polusi udara dan gas rumah kaca, tidak seperti bahan bakar fosil.

Beberapa contoh sumber energi yakni energi surya menggunakan panel surya untuk menangkap energi dari matahari. Energi angin menggunakan turbin angin untuk mengubah energi angin menjadi listrik. Energi air atau hidroelektrik, memanfaatkan aliran air, seperti dari sungai atau bendungan, untuk menghasilkan listrik.

Sedangkan energi panas bumi, menggunakan panas dari dalam kerak bumi untuk menghasilkan energi. Biomassa dan biogas, menggunakan limbah organik atau tanaman untuk menghasilkan energi.

Ada pula biodiesel yakni bahan bakar nabati yang terbuat dari minyak sawit atau bahan organik lainnya. Kemudian bioetanol, adalah bahan bakar yang terbuat dari tanaman seperti tebu.

Energi Hijau Masa Depan Lumajang

Lebih jauh Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau akrab disapa Bunda Indah, menekankan, kegiatan Customer Intimacy PLN UP3 Jember menjadi momentum penting untuk memerkuat kolaborasi Pemkab dan PLN menuju pemanfaatan energi bersih yang efisien dan ramah lingkungan.

“Energi hijau adalah masa depan Lumajang. Dengan bertransformasi ke energi bersih, kita tidak hanya menjaga alam dari kerusakan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui industri ramah lingkungan, inovasi energi terbarukan, dan pengembangan UMKM yang efisien energi,” ujar Bunda Indah.

Bupati Lumajang tersebut menambahkan, integrasi energi hijau sejalan dengan visi ‘Lumajang Unggul’, di mana pertumbuhan ekonomi tidak dilepaskan dari tanggung jawab terhadap alam. Transformasi energi bersih membawa manfaat ganda yakni mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus menciptakan peluang kerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pemkab Lumajang berharap penggunaan energi hijau mendorong masyarakat untuk lebih sadar lingkungan, mulai dari sektor industri, pertanian, hingga rumah tangga. Dengan energi bersih, setiap aktivitas ekonomi di Lumajang dapat lebih efisien, berkelanjutan, dan selaras dengan kelestarian alam dari kaki Gunung Semeru hingga pesisir selatan.

Kegiatan Customer Intimacy PLN UP3 Jember juga menjadi forum bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk berdiskusi tentang inovasi energi bersih, optimalisasi pemakaian listrik ramah lingkungan, serta strategi pengurangan emisi karbon.

Customer Intimacy PLN UP3 Jember adalah acara pertemuan yang diselenggarakan untuk memerkuat sinergi antara PLN, pelanggan utama, dan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan ini berfokus pada transisi energi hijau.

Acara tersebut juga berfungsi sebagai forum dialog untuk menyusun strategi energi berkelanjutan dan mendiskusikan inovasi energi bersih. Tujuannya memerkuat komitmen menuju transisi energi dan pembangunan.

Pelanggan utama dan pemangku kepentingan lintas sektor lainnya adalah peserta dalam kegiatan tersebut. Sedangkan fokusnya adalah inovasi energi bersih, pemanfaatan listrik ramah lingkungan, dan pengurangan emisi karbon.

Dari kegiatan tersebut akan ada manfaat yang bisa dipetik antara lain menjadi ruang dialog untuk menyampaikan aspirasi dan menyusun strategi energi yang berkelanjutan.

Dengan fokus pada energi hijau, Lumajang menegaskan posisinya sebagai daerah yang progresif: ekonomi berkembang, masyarakat sejahtera, dan lingkungan tetap lestari untuk generasi mendatang.

Energi hijau adalah sumber energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti energi surya, angin, hidro, dan biomassa. Di Indonesia, pengembangan energi hijau menjadi prioritas guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mengurangi emisi karbon.

“Energi hijau bukan sekadar program teknis, tetapi budaya pembangunan yang mencerminkan tanggung jawab kita terhadap bumi. Lumajang ingin menjadi contoh daerah yang maju secara ekonomi namun tetap menjaga alamnya,” kata Bunda Indah.

Pemerintah Indonesia telah meluncurkan beberapa program untuk mendukung pengembangan energi hijau, seperti Program Biodiesel B40, yakni meningkatkan konsumsi biodiesel untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mengurangi emisi karbon.

Proyek Strategis Nasional (PSN) adalah mendorong pengembangan energi terbarukan dan meningkatkan investasi di sektor energi hijau. Kemudian Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) adalah menetapkan target bauran energi terbarukan minimal 60% pada Tahun 2035.

Dengan demikian, Indonesia berupaya meningkatkan penggunaan energi hijau guna mencapai target pengurangan emisi karbon dan meningkatkan kemandirian energi. Edi T. Jatmiko

Pos terkait