
JAKARTA (wartadigital.id) – Prixa, sebuah perusahaan teknologi kesehatan umumkan telah berkolaborasi strategis dengan BRI Life. Sinergi ini memungkinkan seluruh nasabah BRI Life memanfaatkan layanan Prixa yang mencakup teleconsultation yang terintegrasi dengan layanan kesehatan lain berbasis digital termasuk Pharmacy Delivery, Online Scheduling dan Laboratory Referral.
Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila mengatakan pihaknya berharap sinergi dengan Prixa melalui FitAja! ini dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang polis dan peserta BRI Life untuk memperoleh akses layanan medis secara digital, cepat, mudah, dan lebih efisien sesuai dengan tagline perusahaan, “Akses Kesehatan di Ujung Jari Anda”. “Dengan memanfaatkan ekosistem kesehatan yang terus dikembangkan di dalam FitAja!, kami yakin dapat memberikan layanan yang lebih cepat, lebih mudah, dan lebih efisien, sebagai upaya kami untuk menjadi asuransi pilihan bagi masyarakat Indonesia,” katanya dalam siaran pers, Senin (8/11/2021).
Prixa didirikan oleh James Roring MD pada November 2019. Layanan ini adalah platform manajemen kesehatan berbasis Artificial Intelligence (AI) pertama yang memberikan layanan telemedis dan layanan perawatan primer dasar lainnya kepada pengguna jasa. Dengan kemudahan ini, diharapkan Prixa bisa membantu mengoptimalkan perawatan kesehatan dengan menggunakan data dan teknologi.
Kondisi pandemi di Indonesia yang menyebabkan peningkatan signifikan kasus Covid-19 di pertengahan 2021 telah membuat Prixa mengalami pertumbuhan cukup baik terutama pada penggunaan layanan telemedis untuk semua basis penggunanya. Saat ini, sektor kesehatan mulai memasuki era disrupsi digital. Pasien kini dapat berkonsultasi dengan dokter dan mengakses layanan kesehatan lain melalui berbagai aplikasi seluler.
Prixa berfokus pada pelayanan pengguna jasa kesehatan yang mencakup perusahaan asuransi, korporasi, dan entitas pemerintah. Saat ini telah melayani sekitar 10 juta pengguna dengan tujuan mengurangi biaya klaim dan biaya perawatan kesehatan mereka. Prixa berusaha untuk memberikan perawatan kesehatan secara paradigmatis melalui pendekatan perawatan terkelola (managed-care). Model bisnis ini selaras dengan dukungan Prixa terhadap program pemerintah untuk transformasi digital di sektor perawatan kesehatan dan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di seluruh lapisan masyarakat.
Usaha maupun inovasi baru terus dikembangkan, baik dari sisi Prixa dan BRI Life. Hal ini terwujud dalam aplikasi kesehatan digital FitAja! yang hadir sebagai layanan terpadu dari seluruh asuransi di bawah naungan 8 (delapan) BUMN Indonesia. Peluncuran FitAja! pada 25 Juli 2021 yang dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir menjadi titik perluasan pelayanan kesehatan yang lahir dari komitmen dan wacana anak bangsa untuk terus berkarya dan menyempurnakan layanan di era digital. Harapannya, aplikasi ini bisa meningkatkan kesejahteraan pasien dan keluarganya. Berangkat dari tujuan yang sama, Prixa hadir dan ambil bagian dalam FitAja! dan siap berkontribusi memberikan dampak baik pada seluruh cakupan pelayanan kesehatan masyarakat maupun dunia asuransi secara lebih luas dan khusus.
“Kami menyambut baik kerjasama strategis dengan BRI Life, teknologi telemedis yang terintegrasi akan membuka jalan untuk peningkatan aksesibilitas masyarakat Indonesia terhadap akses pelayanan kesehatan dengan memberikan kemudahan untuk berkonsultasi dengan dokter tanpa harus mengunjungi langsung fasilitas kesehatan dan bisa diakses dengan beberapa sentuhan melalui gadget nasabah,” kata James Roring MD selaku CEO & Co-Founder Prixa.
Sementara VP of Growth Prixa dr Devina Notoatmodjo MM menambahkan kerjasama strategis ini menjadi pernyataan komitmen dan kontribusi berlanjut Prixa terhadap urgensi penerapan teknologi dalam peningkatan aksesibilitas perawatan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. “Harapan kami di masa mendatang adalah membuka pintu seluas-luasnya untuk kolaborasi strategis serupa dan tidak terbatas pada perusahaan asuransi, namun juga untuk korporasi dengan kebutuhan dan tujuan yang sama dalam peningkatan kualitas perawatan kesehatan,” katanya. nti, ren