
SURABAYA (wartadigital.id) – Bagi banyak orang Asia, terutama wanita, memiliki hidung mancung menjadi impian karena dianggap cantik dan menarik. Untuk itu, beragam perawatan dilakukan untuk mengubah bentuk hidung dan membuatnya menjadi lebih ideal. Salah satu cara yang ditempuh adalah prosedur Rhinoplasty atau operasi pembedahan hidung dengan menggunakan implan silikon padat atau tulang rawan milik pasien sendiri.
Prosedur Rhinoplasty menjadi prosedur pembedahan yang paling banyak diminati di Miracle Aesthetic Surgery Center (MASC) yang berlokasi di Jl Emerald Mansion Citraland Surabaya. “Satu tahun berdiri MASC, banyak pasien datang untuk menjalani prosedur Rhinoplasty. Ada yang ingin mancung atau merevisi hidung yang bengkok. Kami memberikan estetika tambahan pada hidung mereka agar lebih proporsional sesuai dengan hidung orang Asia,” kata Prof Dr dr David Perdanakusuma Sp BP-RE (K) selaku Ketua Tim Dokter Spesialis Bedah Plastic di MASC pada wartawan dalam acara 1 Tahun Anniversary MASC, Kamis (27/10/2022).
Prof David yang juga Ketua Kolegium Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia ini menjelaskan bagi sebagian awam, prosedur bedah estetika terkesan sangat ekstrem untuk mendapatkan hasil yang optimal. Padahal dalam prosedur Rhinoplasty, cukup melakukan tindakan kecil bisa mendapatkan hasil besar.
“Dalam bedah estetika tidak harus dilakukan sebuah prosedur yang ekstrem atau pembedahan yang kompleks. Seperti Rhinoplasy, termasuk small action but big impact. Secara umum, prosedur operasi akan dimulai dengan memberikan bius, membuat sayatan di hidung, membentuk kembali struktur hidung, lalu diakhiri dengan menutup luka sayatan. Tak lebih dari 1 jam, small action big impact” katanya.
Selain prosedur Rhinoplasty, lanjut Prof David, beberapa bedah estetika yang juga diminati di MASC adalah Blepharoplasty yakni merupakan prosedur operasi estetika pada area seputar mata serta pengurangan kulit, lemak dan otot, membuat dan mengoreksi lipatan mata dan memperbaiki kantung mata.
Ada juga face lifting merupakan teknik untuk mengembalikan fitur atau kontur wajah kembali muda. Liposuction berfungsi untuk mengurangi tumpukan lemak berlebih sehingga didapatkan kontur tubuh yang lebih ramping dan proporsional. Dan terakhir fat transfer, merupakan tindakan pemindahan jaringan lemak untuk mengiris bagian tubuh yang mengalami fat loss atau tissue volume loss. “Yang banyak diminati pemindahan lemak ke area dahi, pipi, payudara hingga pantat,” katanya.
Dikatakan Prof David, selain memberikan hasil yang positif, pembedahan plastik estetik adalah prosedur yang dapat memicu semangat dan motivasi tersendiri bagi orang yang melakukannya. Hal ini dikarenakan setelah melalui porses pembedahan, pada umumnya mereka ingin terus mempertahankan tampilan wajah dan tubuh yang baik pasca pembedahan.”Akan timbul keinginan dan komitmen untuk melalukan aktivitas-aktivitas yang dapat mempertahankan perawatan wajah dan tubuh mereka seperti menjaga makan,kebersihan dan kesehatan tubuh serta melakukan olahraga secara rutin,” katanya.

Dr Beta Subakti N, SP Bp RE (K), salah satu tim dokter dari MASC yang memiliki pengalaman lebih dari 9 tahun di bidang spesialis bedah plastik estetik dan telah menyelesaikan International Fellowship di Rumah Sakit Bundang, Seoul National University Korea Selatan memaparkan sebelumnya pasien yang berkeinginan untuk melakukan bedah estetika berusia 40 – 50 tahun ke atas yang bertujuan untuk peremajaan atau rejuvenation, seperti mengencangkan kulit yang kendur sehingga tampak jadi lebih muda.
Sekarang pasien pada rentang usia 20-30 tahun banyak yang melakukan prosedur bedah estetika yang mengubah bentuk. Misalnya prosedur Rhinoplasty agar memiliki hidung mancung atau dengan Blepharoplasty yang bertujuan untuk melebarkan kelopak mata. “Itu karena sebagian besar orang Asia secara genetik memilik bentuk hidung datar atau mata yang lipatannya kecil,” katanya.
Hasil prosedur Rhinoplasty menurut dr Beta mampu bertahan seumur hidup. Apalagi saat ini selain penggunaan silikon padat standar medis, bahan sendiri seperti tulang iga milik pasien juga digunakan. “Jadi tulang iga atau tulang rawan milik pasien diproses dan dibentuk seperti implan, kemudian dipasang di hidung. Saat ini pilihan bahan sendiri juga jadi tren,” katanya.
Sementara Founder dan President Directur Miracle Aesthetic Clinic Group dr Lanny Juniarti menjelaskan seiring dengan perkembangan industri estetika, serta antusiasme masyarakat yang semakin meningkat terhadap prosedur perawatan kecantikan, membuat prosedur bedah plastik atau bedah estetika pun semakin diterima oleh masyarakat luas.
Pasar bedah estetika global diperkirakan akan terus naik selama periode 2020 – 2027. Di Korea Selatan sendiri, selama masa pandemi, permintaan prosedur bedah estetika semakin meningkat. Alasannya adalah banyak orang yang ingin tampil lebih percaya diri ketika mulai melepas masker dan kembali ke kehidupan normal baru.
Tingginya demand ini tak sebanding dengan penyedia jasa pelayanan bedah plastik. Tak heran, operasi di luar negeri menjadi alternatif sebagian orang. Karena itu Miracle Aesthetic Clinic yang telah memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di industri kecantikan Indonesia menangkap peluang yang terbuka lebar dalam penyediaan solusi kecantikan melalui prosedur bedah estetika.
“Bagi masyarakat yang ingin melakukan bedah estetika di luar negeri, bepergian jauh pada situasi seperti ini menimbulkan banyak kendala. Ini adalah saat yang tepat, dengan menghadirkan Miracle Aesthetic Surgery Centre, kami ingin memenuhi demand masyarakat terhadap prosedur bedah estetika yang cukup tinggi. Dengan begitu, pelayanan bedah estetika yang berkualitas ada di sekitar kita, tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri,” katanya.
dr Lanny menyebut para dokter bedah estetika di Indonesia memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tak kalah dengan dokter bedah estetika luar negeri. “Kami yakin bahwa skill dan kompetensi tenaga profesional medis estetik yang dimiliki oleh MASC sangat mumpuni untuk memberikan pelayanan bedah estetika yang berkualitas dan aman,” katanya. nti