Proses Pembantaian di Gaza, Afrika Selatan Tarik Semua Diplomat dari Israel

Reuters
Warga Afrika Selatan demo protes pembantaian di Gaza.

 

CAPE TOWN (wartadigital.id) – Pemerintah Afrika Selatan menegaskan pihaknya akan menarik kembali semua diplomatnya dari Israel untuk “memberi isyarat” keprihatinannya atas situasi di Gaza.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah Afrika Selatan telah memutuskan untuk menarik semua diplomatnya di Tel Aviv untuk berkonsultasi,” kata Khumbudzo Ntshavheni, seorang menteri di kantor kepresidenan pada konferensi pers, Senin (6/11/2023).

Ntshavheni menambahkan bahwa kabinet Presiden Cyril Ramaphosa menginstruksikan departemen hubungan internasional dan kerjasama [Dirco] untuk mengambil tindakan terhadap Dubes Israel Eliav Belotserkovsky untuk Afrika Selatan. “Posisi Duta Besar Israel di Afrika Selatan menjadi sangat tidak dapat dipertahankan,” katanya.

Sejumlah negara di Amerika Latin dan Timur Tengah telah menarik duta besarnya sebagai protes atas serangan balasan Israel terhadap Hamas di Gaza yang dinilai sudah mengarah pada genosida. Negara-negara itu antara lain Cile, Kolombia, Honduras, Yordania, Bahrain dan Turki. Bolivia bahkan memutuskan hubungan sepenuhnya dengan Israel.

Jet tempur Israel menyerang 450 sasaran Hamas di Gaza dan pasukan menyita kompleks militan dalam 24 jam terakhir, kata militer Israel pada Senin, dalam serangan yang menurut otoritas kesehatan di wilayah tersebut menewaskan 200 orang dan melukai sedikitnya 500 orang.

Seorang jurnalis Reuters di Jalur Gaza menggambarkan pemboman semalam dari udara, darat dan laut sebagai salah satu yang paling intens sejak Israel melancarkan serangannya sebagai tanggapan atas serangan mendadak Hamas di Israel selatan sebulan lalu.

Pejabat kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan lebih dari 9.770 warga Palestina telah tewas dalam perang tersebut sejak Hamas membunuh 1.400 orang dan menyandera lebih dari 240 orang pada 7 Oktober. tmp

 

.