wartadigital.id
Headline Nasional

Rocky Gerung Kritik Jokowi Soal Tragedi Kanjuruhan, Harusnya Minta Maaf Dulu

Presiden Jokowi meninjau kondisi Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (5/10/2022).

 

JAKARTA (wartadigital.id) – Pengamat politik sekaligus akademis, Rocky Gerung, menilai bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) kurang berempati atas Tragedi Kanjuruhan di Kabupaten Malang.  Hal tersebut lantaran hingga kini Jokowi belum menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas tragedi yang menewaskan nyawa ratusan orang tersebut.

Hal tersebut ia sampaikan melalui kanal YouTube miliknya Rocky Gerung Official, Kamis (6/10/2022). Berbincang-bincang dengan jurnalis senior Hersubeno Arief, Rocky mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi hanya terpaku pada hal kecil dan tidak bisa melihat akar permasalahan dari insiden tersebut.

“Pak Jokowi nggak bisa lihat problem besarnya karena terpaku pada pada hal-hal remeh-temeh itu. Kunci digembok segala macam. Kan semua bermula karena kepanikan. Datangnya kepanikan karena ada gas air mata. Jadi hal semacam ini, menunjukkan juga pemahaman beliau tentang akar persoalan kurang sekali itu,” imbuh Rocky.

Tampak geram, Rocky lantas menyebut bahwa akar permasalahan dari Tragedi Kanjuruhan bukan hanya karena pintu seperti yang dikatakan oleh Jokowi. Ia juga menyinggung sikap Jokowi yang hingga sampai saat ini belum memberikan permintaan maaf kepada para korban Tragedi Kanjuruhan. Menurutnya, dalam menyikapi tragedi ini, Jokowi kurang memperlihatkan rasa empati kepada para korban.

“Minta maaf dulu lah. Baru kita ngomong tentang bagaimana cara memperbaiki. Karena rasa empati pada korban itu kurang diperlihatkan. Langsung ya nanti kita usut segala macam. Nggak ada semacam pendalaman batin atas peristiwa itu. Itu masalahnya,” ujar Rocky.

Warga Net Kecewa

Pernyataan Presiden Jokowi mengenai penyebab tragedi Kanjuruhan mengundang banyak respons. Pasalnya, Presiden Jokowi menyebut bahwa salah satu problem yang mengundang kematian ratusan suporter Arema adalah pintu stadion yang tertutup.

Jokowi sama sekali tak menyebutkan bahwa gas air mata yang dilemparkan polisi menjadi penyebab terkrusial. “Itu nanti tim gabungan independen pencari fakta yang harus melihat secara detail,” ujar Jokowi saat melihat Stadion Kanjuruhan, Rabu (5/10/2022).

“Tetapi sebagai gambaran tadi yang sata lihat problemnya ada di pintu yang terkunci, dan juga tangga yang terlalu tajam,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyebutkan bahwa perlunya ada standar yang ditetapkan pada stadion sepak bola.  “Itu saya hanya melihat lapangannya, tetapi itu akan disimpulkan tim gabungan pencari fakta. Kalau kita lihat di GBK dengan penonton 80 ribu orang dibuka 15 menit keluar semua, saya rasa standar itu yang harus kita miliki,” kata Jokowi.

Pernyataan presiden tersebut sontak mengundang banyak respons dari warganet. Jokowi bahkan disebut malah pasang badan untuk tim kepolisian.

Problemnya tangga curam, pintu terkunci, penonton panik. Memerintahkan kementerian PU audit infrastruktur. Presiden nggak mention gas air mata dan aparat,” komentar warganet.

Penyebab utamanya karena ada tembakan gas air mata ke tribun penonton bukan karena tangga pakde. Emangnya Kanjuruhan baru sekali ini dipakai? Udah berkali-kali dipakai. Nga ada yang meninggal karena tangga. Ambyar pakde,” tambah warganet lain.

Argumen yang paling menguntungkan buat situasi politik beliau: polisi enggak disalahkan, federasi status quo, memberi justifikasi untuk pembangunan infrastruktur,” imbuh lainnya.

Lo mau berharap apa lagi coba untuk ngatasin brutalnya institusi keamanan kalau orang nomer 1 udah bilang gini,” tulis warganet di kolom komentar.

Presiden bukannya pasang badan buat rakyat malah pasang badan buat polisi,” timpal lainnya.

Pak, itu penyebab utamanya gas air mata, setelah gas air mata baru masalah di pintu terkunci. Pak ini saya ngetik udeh sabar banget sabar astagfirullah, sekali lagi, gas air mata astagfirullah,” timpal lainnya. sua, ins

 

 

 

 

Related posts

Jumlah Covid-19 di Tiga Provinsi Lebihi Kasus Delta

redaksiWD

Hasil Rapid Antigen Warga Positif, Pemkot Surabaya Beri Obat, Vitamin dan Permakanan

redaksiWD

Mahasiswa Unair Wakili KBRI Rumania Hadiri Brasov Multicultural Day

redaksiWD