Rumah Sakit Khusus Lansia Pun Dibom Israel, Direktur RS Al-Wafa Meninggal Kena Serangan

Potret situasi salah satu rumah sakit di Gaza usai dikepung militer Israel.

 

GAZA (wartadigital.id)  – Serangan Israel terhadap berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan Palestina di Gaza terus berlanjut. Terbaru, serangan terjadi di Rumah Sakit Al-Wafa untuk perawatan Lansia di wilayah Al-Zahraa.

Bacaan Lainnya

Rumah sakit ini pada dasarnya adalah sebuah fasilitas kesehatan dan tempat perlindungan bagi warga Palestina yang lanjut usia dan sakit, terutama pada saat semua pusat kesehatan dan klinik besar di Gaza menjadi sasaran perang Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

Sumber medis Palestina, yang dikutip oleh Al-Jazeera Sabtu (18/11/2023), mengatakan bahwa serangan Israel terhadap rumah sakit tersebut pada Jumat malam.

Serangan Israel itu mengakibatkan terbunuhnya direktur Rumah Sakit Al-Wafa, Midhad Mhaisen, dan cederanya dokter lainnya.

Proses evakuasi masih berlangsung dan jumlah korban diperkirakan akan meningkat dalam beberapa jam mendatang.

Perangi Rumah Sakit Serangan terhadap Al-Wafa terjadi menjadi satu di antara serangkaian pemboman Israel.

Secara sistematis, serangan Israel itu juga memblokade serta menutup sebagian besar rumah sakit Palestina di seluruh Jalur Gaza. Pada Rabu, tentara Israel menyerang dan menyerbu Kompleks Medis Al-Shifa di Kota Gaza. “Pasukan Israel saat ini menggunakan dokter dan pasien sebagai perisai manusia,” menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Gaza.

Menurut kementerian tersebut, Israel, sejauh ini, telah membunuh lebih dari 12.000 warga Palestina, termasuk 5.000 anak-anak dan lebih dari 3.000 wanita.

Bom Sekolah Tempat  Pengungsi

Sebuah sekolah yang menampung warga pengungsi di Kota Gaza jadi sasaran Israel. Dalam serangan itu sejumlah warga Palestina tewas dan terluka akibat serangan bom Israel pada Jumat, (17/11/2023).

Lebih dari 20 orang tewas dan 100 lainnya terluka dalam pengeboman sekolah Al-Falah yang menampung warga yang mengungsi di kawasan Zeitoun Kota Gaza selatan, menurut saluran yang berafiliasi dengan Otoritas Palestina, yang berbasis di kota Ramallah, Tepi Barat. Belum ada tanggapan dari Israel mengenai berita tersebut.

Sebelumnya pada Jumat, Palestine TV mengumumkan kedatangan 120 jenazah dari Gaza dan Gaza Utara ke Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza utara.

Sejak Israel mulai memborbardir Gaza pada 7 Oktober, sebanyak 11.500 warga Palestina tewas, mencakup 7.800 perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 29.200 lainnya mengalami luka-luka, menurut data terbaru.

Selain itu blokade Israel juga membuat Gaza terputus dari bahan bakar, listrik dan persediaan air, dan mengurangi pengiriman bantuan hingga hanya sejumlah kecil.  Sementara itu, korban tewas di Israel mencapai sekitar 1.200 orang, menurut data resmi. trb, one