wartadigital.id
Headline Surabaya

Sanksi Administratif Denda Keterlambatan Pelaporan Kelahiran Dihapus

Ilustrasi bayi yang baru lahir dalam perawatan dokter.  Pemkot Surabaya saat ini menghapuskan sanksi administratif denda keterlambatan pelaporan kelahiran masyarakat .

SURABAYA (wartadigital.id) –  Pemkot Surabaya terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), pemkot menghapuskan sanksi administratif denda keterlambatan pelaporan kelahiran masyarakat Surabaya.

Kadispendukcapil Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, bahwa penghapusan sanksi administratif denda keterlambatan pelaporan kejadian kelahiran kepada warga Kota Surabaya mulai berlaku pada 1 Juli 2021 hingga 31 Desember 2021. “Hal ini sesuai dengan Instruksi Walikota Surabaya Nomor 2 Tahun 2021,” kata Agus, Jumat (2/7/2021).

Agus menjelaskan, bahwa penghapusan sanksi administratif ini untuk mendorong warga Surabaya agar segera melaporkan kelahiran putera-puteri mereka dan mendapatkan akta kelahiran. Menurutnya, mungkin sebelumnya warga tidak sempat melaporkan kelahiran putera-puteri mereka karena memiliki kesibukan.

“Saat ini sanksi denda telah dihapus. Jadi, ayo segera melaporkan kejadian kelahiran putera-puterinya,” jelasnya.

Sebelumnya, Agus mengungkapkan, bahwa bagi warga Surabaya yang tidak melaporkan kejadian kelahiran buah hati mereka lebih dari 60 hari sejak kelahiran, Pemkot Surabaya menetapkan sanksi administratif denda senilai Rp100 ribu, tarif tersebut berlaku flat.

“Sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 2011, apabila terlambat melaporkan kejadian kelahiran lebih dari 60 hari, maka dikenakan sanksi administratif denda senilai Rp 100 ribu,” ungkap Agus.

Agus menerangkan, bahwa penetapan peraturan ini bertujuan agar masyarakat tertib dan disiplin untuk melaporkan kejadian kelahiran putera-puteri mereka. Hal ini sangat penting dilakukan agar putera-puteri mereka segera memperoleh akta kelahiran. “Akta kelahiran ini sangat penting untuk ke depannya, karena untuk masuk sekolah itu diperlukan akta kelahiran,” terangnya.

Mengingat pentingnya akta kelahiran, Ia mengimbau kepada warga Surabaya untuk segera melaporkan kejadian kelahiran buah hati mereka. Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya pun akan terus menyosialisasikan dan menginformasikan kepada warga bahwa saat ini sedang berlaku pemutihan bagi warga yang telat melaporkan kejadian kelahiran buah hati mereka.

“Kita akan terus informasikan ke masyarakat melalui media yang kita miliki, seperti media sosial Dispendukcapil,” pungkasnya.  rya, mas

Related posts

Lama Tak Olahraga, Rianti Cartwright Terkejut dengan Kolesterolnya yang Tinggi

redaksiWD

Pasca Diresmikan, Dishub Kota Surabaya Rekayasa Lalu Lintas di Jembatan Sawunggaling

redaksiWD

Waspada, Covid Singapura Tembus Rekor Baru Lagi

redaksiWD