wartadigital.id
Headline Tapal Kuda

Sehari Jelang PTM, Bupati Lumajang Cek Kesiapan Beberapa Sekolah

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengecek tempat cuci tangan pendukung pencegahan penularan Covid-19.

 

LUMAJANG (wartadigital.id)  –  Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Lumajang akan dimulai Rabu (8/9/2021) besok.  Kepastian PTM ini datang setelah  status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Lumajang turun menjadi level 3.

Satu hari menjelang pelaksanaan PTM, Bupati Lumajang Thoriqul Haq meninjau kesiapan beberapa sekolah. Di antaranya Madrasah Tsanawiyah Negeri Lumajang, TK Negeri Pembina, SDN Kepuharjo II dan SMPN 1 Lumajang, Selasa (7/9/2021).

Bupati Thoriqul Haq mengecek kelengkapan sarana dan prasarana pembelajaran yang sesuai protokol kesehatan. Seperti fasilitas cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, pengaturan kursi di ruang kelas, serta penyediaan masker cadangan.

Bupati Thoriq menyampaikan, pelaksanaan PTM kapasitas kelas dibatasi maksimal 25 persen. Sedangkan durasi pembelajaran hanya berlangsung 2 jam, tanpa waktu istirahat. “Sebagaimana kondisi dibolehkan ya kita lakukan segera. Murid-murid menggunakan seragam, kelas maksimal 25 persen,” katanya.

Secara teknis, imbas diberlakukannya kapasitas siswa 25 persen dalam sehari akan ada 2 sesi pembelajaran. Tujuannya agar seluruh siswa memiliki kesempatan belajar di sekolah setelah hampir 2 tahun belajar daring. “Nanti akan ada tim medis yang standby memantau selama PTM berlangsung,” ujarnya.

Setelah sebulan menerapkan PTM, pihak Dinas Pendidikan setempat akan melakukan evaluasi. Jika kasus harian paparan Covid-19 di lingkungan sekitar tidak ada kenaikan, PTM dapat menambah kapasitas guru dan siswa.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Agus Salim mengatakan murid yang mengikuti PTM harus mendapatkan rekomendasi dari orangtua murid. Jika orangtua murid tidak mengizinkan anaknya mengikuti PTM, pihak sekolah akan menyiapkan pembelajaran secara online.

“Sekolah harus mengantongi izin dari puskesmas di setiap-setiap kawasan. Nah siswanya juga harus ada izin dari orang tuanya,” kata Agus Salim.

Pada tahap uji coba ini masing-masing sekolah juga wajib menerapkan kuota terbatas. Sekolah hanya bisa diisi 25 persen dari jumlah total guru dan murid. Selain itu, kegiatan belajar mengajar hanya berdurasi dua jam. Setiap minggunya jadwal sekolah tatap muka hanya dua kali pertemuan.

Dua pekan setelah PTM digelar, lanjut Agus Salim, pihaknya akan melakukan evaluasi. Jika kasus harian paparan Covid-19 di lingkungan sekitar tidak ada kenaikan, sekolah dapat menambah kapasitas guru dan siswa. isa

Related posts

Tiga Menteri Negara Bersama Gubernur Khofifah Tinjau Vaksinasi di Bojonegoro

redaksiWD

Gus Ipul Sebut Siap Jadi Anak Buah dan Jalankan Amanah Gubernur

redaksiWD

Kolaborasi Kantor Imigrasi Surabaya, Pemkab Sidoarjo Luncurkan Mobil Layanan Paspor Keliling

redaksiWD