wartadigital.id
Headline Nasional

Sehari Kematian Covid-19 Tembus 1.559 Orang, Sudah Waktunya Jokowi Ambilalih Komando Penanganan

Dok
Presiden Jokowi

JAKARTA (wartadigital.id) – Jumlah pasien virus corona baru (Covid-19) yang meninggal dunia pada Jumat ini (23/7/2021) kembali tercatat sebagai rekor baru. Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, dalam sehari kasus meninggal bertambah sebanyak 1.566 orang.

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat kasus positif bertambah sebanyak 49.071 orang. Totalnya sudah mencapai 3.082.410 orang.

Merespons data itu Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebutkan bahwa saat ini momentum bagi Presiden Joko Widodo mengambil alih komandi secara langsung.

Kata Dedi, pengambilalihan komando oleh Presiden akan membuat pola penanganan Covid-19 lebih terarah. “Presiden sudah waktunya mengambilalih komando secara langsung, tanpa komite dan Satgas. Agar penanganan lebih terarah satu koordinat,” demikian kata Dedi, Jumat (23/7).

Dedi memandang, tingginya tambahan kasus dan kematian sangat memprihatinkan, mengingat anggaran yang digelontorkan lebih dari seribu triliun. Dalam kondisi saat ini, Dedi mengatakan pemerintah telah gagal merealisasikan anggaran sesuai prioritas penanganan.

“Memprihatinkan membaca anggaran penanganan yang luar biasa besar tetapi hasil penanganan yang belum terlihat signifikan,” demikian kata Dedi.

Sejak awal Pandemi Covid-19 yang terjadi Maret 2020 silam, Jokowi belum secara langsung menjadi tokoh sentral penanganan. Sejauh ini Menko Perekonomian Airlangga Hartarto didaulat menjadi Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN). Sedangkan Satgas penanganan Covid-19 diketuai oleh Kepala BNPB. Kebijakan terbaru Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat yang dimulai sejak 3 Juli 2021, Luhut Binsar Pandjiatan didaulat menjadi Koordinator Jawa-Bali.

Terpisah, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menilai pandemi Corona tak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja.  Menurut Said Aqil, dalam menghadapi pandemi sepatutnya mengajak pihak masyarakat sipil.

“Begitulah pandemi ini tidak mungkin akan bisa diselesaikan, dihadapi oleh pemerintah saja, tanpa mengajak kekuatan civil society,” kata Said Awil dalam peringatan hari lahir PKB yang disiarkan di akun YouTube DPP PKB, Jumat (27/3/2021).

Said Aqil kemudian mengatakan pemerintah selama ini main sendiri dalam menghadapi pandemi. Baru-baru ini saja NU diajak menghadapi pandemi dengan program vaksinasi. “Memang benar apa kata Pak Muhaimin, selama ini saya rasakan pemerintah dalam menghadapi pandemi ini main sendiri, baru belakangan akhir-akhir ini NU diajak. Vaksinasi NU diajak di beberapa tempat,” ujarnya.

Said Aqil bercerita bahwa sempat tak diajak bicara oleh pemerintah dalam menghadapi pandemi. Oleh sebab itu, menurut Said Aqil menghadapi pandemi bisa gagal jika pemerintah hanya bermain sendiri.

“Dulu awal-awal setahun kemarin sama sekali kita tidak pernah diajak bersama-sama mengatasi pandemi ini. Jangankan diajak, diajak ngomong pun tidak. Oleh karena itu benar apa kata Mas Muhaimin, selama ini pemerintah gagal dalam mengahadapi wabah pandemi Covid-19,” imbuhnya. rmo, det

Related posts

Tsunami Covid-19 Belum Reda, India Kini Hadapi Infeksi Jamur Mematikan

redaksiWD

Ismail Sabri Yaakob Resmi sebagai Perdana Menteri Malaysia

redaksiWD

Cegah Pemudik Lokal, Polrestabes Surabaya Siapkan 17 Titik Pos Penyekatan Jalan

redaksiWD