
SAMPANG (wartadigital.id) – Deretan tenaga kesehatan di Kabupaten Sampang yang meninggal terpapar Covid-19 makin bertambah. Terbaru, dr Putri Erminingtyas yang bertugas di RSMZ Sampang meninggal dunia setelah sebelumnya terpapar Covid-19. Yang mengharukan, wanita asal Kecamatan Camplong ini meninggalkan bayi yang belum genap berumur 1 bulan.
Dari informasi yang dihimpun, dr Putri Erminingtyas ini sehari-hari bertugas sebagai dokter umum di RSMZ Sampang. Dokter muda tersebut dinyatakan terinfeksi Covid 19 saat sedang hamil dan harus menjalani isolasi. Dengan alasan medis, bayi yang dikandungnya diputuskan lahir sebelum waktunya atau menjalani terminasi.
Saat melahirkan buah hatinya, kondisi dr Putri sempat membaik dan ada tanda tanda pemulihan. Namun tak berlangsung lama, kondisi kesehatannya terus menurun. Sempat dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, namun takdir berkata lain. Dia menghembuskan napas terakhir di RSUD dr Soetomo Surabaya, Senin (26/7/2021) malam.
Meninggalnya dr Putri dibenarkan Dirut RSMZ Sampang dr Agus Akhmadi. Menurutnya usai melahirkan kondisi dr Putri memburuk karena itu pihaknya merujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut. “Memang benar meninggalnya dokter Putri di RSUD dr Soetomo Surabaya karena saturasi oksigennya rendah. Proses peningkatan saturasi oksigen di paru-parunya terganggu,” katanya, Selasa (27/7/2021).
Dijelaskan dr Agus Akhmadi, dr Putri saat itu dirujuk sebagai pasien umum, bukan sebagai pasien Covid-19 karena hasil swab antigennya negatif.
Sebelumnya Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sampang merilis, pada 3 Juli 2021 kemarin sedikitnya enam orang dokter di wilayah itu dinyatakan positif terpapar Covid-19. Hal itu diketahui berdasarkan hasil uji laboratorium dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Keenam orang dokter yang positif terpapar Covid-19 itu bertugas di sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Sampang. Dari enam orang yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 itu, satu di antaranya telah meninggal dunia dan dikebumikan berdasarkan protokol Covid-19. Mereka yang terpapar Covid-19 ini merupakan dokter umum sebanyak lima orang dan seorang dokter spesialis anak.
Tidak bisa memastikan dari mana keenam dokter itu terpapar virus corona. Namun berdasarkan dugaan, kemungkinan mereka menangani pasien yang tidak jujur menjelaskan riwayat kontak saat berobat kepada para dokter tersebut. jok