wartadigital.id
Headline Tapal Kuda

SPAM Umbulan Diresmikan, Suplai Air Bersih ke 6 Kabupaten/Kota di Jatim

Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan, Senin (22/3/2021).

SURABAYA (wartadigital.id) – Warga Surabaya akan bisa menikmati air bersih yang bersumber dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan. Saat meresmikan SPAM Umbulan yang berlokasi di Kabupaten Pasuruan, Senin (22/3/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Umbulan akan menyuplai air bersih ke sejumlah perusahaan daerah air minum (PDAM) yang nantinya secara bertahap akan mendistribusikannya melalui jaringan distribusi kepada masyarakat.

Sejumlah PDAM tersebut ialah PDAM Kota Surabaya, PDAM Kabupaten Pasuruan, PDAM Kota Pasuruan, PDAM Kabupaten Sidoarjo, PDAM Kabupaten Gresik dan PDAB Jawa Timur.

Selain meresmikan, Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, juga meninjau langsung fasilitas pengolahan air minum yang pengerjaannya mulai direalisasikan pada 2017 lalu tersebut.

Pembangunan SPAM Umbulan masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional dan merupakan salah satu prioritas pemerintah untuk dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat sekitar.

“Ini air dari sini keadaannya sudah bersih. Langsung bisa dimanfaatkan, tidak pakai pengolahan yang rumit-rumit,” kata Jokowi dalam sambutan peresmian.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas penyaluran air bersih sebesar 4.000 liter per detik dengan air baku pengolahan yang bersumber dari Mata Air Umbulan. Selama masa pembangunan, pemerintah melalui proyek Kementerian PUPR melakukan pemasangan pipa transmisi air baku sepanjang 93 kilometer, 2 rumah pompa, 14 unit offtake, dan 17 unit reservoir yang tersebar di 5 kabupaten/kota.

Jokowi menegaskan, pekerjaan besar belum berhenti dengan selesainya pembangunan SPAM Umbulan tersebut. Sebab pekerjaan yang selanjutnya harus mulai dikerjakan ialah mengenai bagaimana menyalurkan air bersih tersebut hingga ke rumah-rumah tangga agar dampak pembangunan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Tadi saya tanyakan di lapangan, yang baru berjalan itu (kapasitas) 900 liter per detik, artinya masih ada 80% yang harus segera diselesaikan dari pipa utama sampai masuk ke pipa di rumah tangga. Pekerjaan besarnya ada di situ,” ucapnya.

Proyek pembangunan SPAM Umbulan ini juga dilakukan dengan skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), yakni sebagian anggaran berasal dari APBN, sebagian dari APBD Jawa Timur, dan sebagian lainnya dari pihak swasta.

“Model pembangunan KPBU ini akan terus kita dorong. Tidak hanya di Umbulan saja, tetapi juga proyek-proyek yang lain sehingga beban APBN ini akan semakin berkurang dan pengelolaannya justru swasta yang harus bergerak,” tandasnya. sri

Related posts

Jadi Garda Terdepan, para Nakes di Surabaya Jungkir Balik Berjuang Tangani Covid-19

redaksiWD

Lansia ITS Divaksin, Menteri Kesehatan Turut Meninjau i-nose c-19

redaksiWD

Motivasi Vaksin Berbayar di Kimia Farma Jualan, Bukan untuk Kendalikan Pandemi

redaksiWD