Temu Kangen & Silaturahim Dewaseta ’83: Berlangsung Khidmat, Heboh dan Meriah

Temu kangen dan silaturahim Dewaseta 83 yang heboh dan meriah

MADIUN (wartadigital.id) – Temu Kangen dan Silaturahim alumni D2 Seni Tari IKIP Negeri Surabaya yang tergabung dalam komunitas Dewaseta ’83 berlangsung khidmat, meriah dan heboh, di Kota Madiun, Minggu (27/4/2025).

Banyak kejutan yang terjadi dalam acara yang sudah diplot dan direncanakan cukup lama itu. Antara lain beberapa alumni yang sebelumnya tidak termasuk yang ikut daftar dalam acara itu tiba-tiba datang. Sehingga keriuhan dan kehebohan pun muncul di sana.

Bacaan Lainnya

Suasana temu alumni Dewaseta ’83 yang merupakan kepanjangan dari D2 Jurusan Seni Tari FPBS IKIP Negeri Surabaya (kini menjadi Unesa, red) itu tak terelakkan. Kalimat kangen, rindu, hingga soal kabar yang lama tidak ketemu mewarnai suasana siang itu di Jl Ciliwung IV/3 Kota Madiun.

Tahlil dan kirim doa dipimpin oleh Khomarudin

Endang Sukarelawati, salah satu alumnus yang kebetulan kedhapuk sebagai tuan rumah, tak kuasa menahan haru. “Kami ucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat semua yang bersedia hadir di acara reuni dan halal bihalal ini. Kami bersama pak suami bangga sekaligus terharu dengan kehadiran dan suasana ini,” tutur Ensuk–sapaan akrab Endang Sukarelawati didampingi sang suami Khomarudin.

Dia semula agak khawatir bila banyak rekannya yang tidak bisa hadir. Namun ternyata yang datang di luar perkiraan. Cukup memenuhi ekspektasi. Bahkan beberapa alumni yang semula tidak mendaftar ternyata tiba-tiba bisa hadir, seperti Yuli Setyowati. Walau tetap saja ada alumni yang tak hadir karena kesibukan dan mendadak ada halangan.

Acara diawali dengan tahlil dan kirim doa bagi para alumni dan dosen yang sudah meninggal, termasuk masing-masing alumnus mendoakan kerabatnya. Tahlil dan kirim doa dipimpin bapak Khomarudin, suami Ensuk.

Empat alumni putra di antara yang hadir di acara tersebut

Usai tahlil dan kirim doa dilanjutkan foto bersama sambil menenteng spanduk bertuliskan “Temu Kangen & Silaturahim Dewaseta ’83 IKIP Negeri Surabaya, Merajut Ukhuwah Mempererat Silaturahim”. Kehebohan dan kemeriahan muncul di sesi foto dan perekaman video.

Di sela-sela itu juga dilakukan tukar kado, pemberian bingkisan hingga saweran diiringi lagu dan joget bersama. Kehebohan itu pun tak luput dari perekaman video dan pendokumentasian acara.

Sejak kedatangan alumni sekitar pukul 09.30 hingga tuntasnya acara sekitar pukul 13.45, nyaris tak pernah sepi dari aktivitas, gerak dan lagu, ungkapan bernada lucu, seloroh atau guyon di antara para alumnus.

Foto bersama alumni D2 Seni Tari IKIP Negeri Surabaya dengan latar depan banner bertuliskan Temu Kangen dan Silaturahim Dewaseta 83 

Saat kepulangan pun tuan rumah Ensuk dan pak suami, memberikan oleh-oleh. “Mohon maaf apabila ada yang kurang dan tidak berkenan. Kami selaku tuan rumah sudah berusaha maksimal, tapi pasti ada celah kekurangan,” tutur Ensuk.

Reuni atau temu kangen berikutnya belum bisa dipastikan, tetapi salah satu alumnus, Setiyono, berharap rekan-rekannya bisa mengadakannya di Trenggalek. “Kami siap menjadi tuan rumah untuk acara berikutnya,” kata Sutiyono yang hadir bersama istri dan anak ragilnya. edt

Pos terkait