
SAMPANG (wartadigital.id) – Hotel dan Wisata Pantai Camplong Sampang yang merupakan aset Pemkab Sampang juga kena imbas pandemi Covid-19. Saat ini, meski kasus aktif Covid-19 melandai dan mobilitas penduduk sudah normal namun kondisi tempat wisata ini belum sepenuhnya pulih seperti sebelum adanya pandemi.
Sejumlah langkah strategis dilakukan tempat wisata ini agar bisa survive. Salah satunya melakukan efisiensi dengan menerapkan 10 hari kerja setiap bulan kepada semua karyawan.
Bambang (60) pria kelahiran Bandung yang sebelumnya pernah bekerja di Hotel Tanjung Surabaya kemudian dipercaya untuk mengelola Hotel dan Wisata Pantai Camplong Sampang sejak 30 tahun yang lalu menjelaskan tempat wisata ini memiliki karyawan sebanyak 33 orang, sebanyak 99% adalah warga Sampang sendiri.
Sejak pandemi Covid-19 awal 2020 lalu hingga saat ini kondisi Hotel dan Wisata Pantai Camplong belum sepenuhnya normal. Kondisi ini mengharuskan pihak manajemen menerapkan 10 hari kerja tiap bulannya, termasuk dirinya.
“Kami secara bergiliran masuk 10 hari kerja setiap bulan. Kasihan kalau sampai di PHK, kebijakan tersebut diambil sambil melihat situasi kembali normal ,” ujarnya
Bambang menyebut Hotel Inna Bali saja yang milik BUMN banyak karyawannya yang di PHK. Karena itu Hotel dan Wisata Pantai Camplong bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19 hingga kini itu sudah bagus. “Tidak ada yang bisa disalahkan dalam situasi seperti ini, ini kan penyakit, pandemi Covid-19. Semua sektor kena dampaknya,” jelasnya
Hotel dan Wisata Pantai Camplong sendiri resmi didirikan sejak 30 tahun yang lalu tepatnya 10 Juni 1992, waktu itu masih memiliki 14 kamar dan kini sudah bertambah menjadi 61 kamar dan tambahan sejumlah fasilitas. “Jadi selama 30 tahun ada penambahan 47 kamar, juga ada 4 ruang pertemuan dan 1 restoran,” katanya.
Menurut pengakuannya, Hotel dan Wisata Pantai Camplong sering dijadikan untuk acara pertemuan atau diklat- diklat kalangan perkantoran, otomatis mereka juga sewa kamar dan booking restoran seperti contoh nanti pada 24 Agustus 2022 akan ada acara dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, juga di bulan yang sama ada acara dari Bawaslu.
Untuk menggaet pasar, pihak managemen sering melakukan sosialisasi dan menawarkan ke kantor-kantor pemerintahan di JawaTimur. “Kami juga kerap tawarkan, misalkan ada acara dan kegiatan di Sampang Madura untuk memilih Hotel dan Wisata Pantai Camplong,” katanya.
Bambang berharap semoga situasi segera normal kembali, karena kalau mengandalkan tamu harian tidak cukuplah. Justru terbantukan dengan adanya acara meeting atau acara diklat dari kalangan perkantoran.
H Marnilem SPd selaku Kabid Disporabudpar mengatakan untuk pengelola Hotel dan Wisata Pantai Camplong diharapkan terus berbenah di masa pandemi yang sudah melanda ini. Misalnya kebersihannya dijaga, fasilitas yang ada dirawat agar pengunjung semakin banyak.
Karena ke depannya Hotel dan Wisata Pantai Camplong tetap menjadi andalan untuk memberikan PAD kepada Kabupaten Sampang, baik dari perhotelannya maupun parkir serta tiket masuknya.
” Sejak dulu waktu saya masih kecil sering datang ke tempat ini, sampai sekarang. Harus ditingkatkan pelayanannya sehingga nantinya banyak tamu hotel dan pengunjung yang datang di Hotel dan Wisata Pantai Camplong yang berdampak pada pemasukan atau PAD, manajemen juga agar tetap profesional dan selalu menjaga kebersihan ,” pungkasnya. jok