Tingkatkan Keamanan Informasi ASN, Diskominfo Jatim Gelar Rapat Evaluasi HAIS-Q

Rapat sosialisasi dan evaluasi hasil penilaian Human Aspect of Information Security Questionnaire (HAIS-Q)

SURABAYA (wartadigital.id) – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Diskominfo Jatim) menggelar Rapat Sosialisasi dan Evaluasi Hasil Penilaian Human Aspect of Information Security Questionnaire (HAIS-Q) Tahun 2025 di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim.

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menjelaskan, perkembangan teknologi informasi membawa dua sisi yang perlu diantisipasi. “Teknologi informasi membuat pekerjaan kita lebih mudah, efektif, dan efisien. Namun di sisi lain, ada risiko yang perlu diantisipasi,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, pemahaman ASN terhadap risiko tersebut menjadi dasar pelaksanaan pengukuran. “Karena itu, kita perlu memastikan bagaimana para pelaksananya memahami dan menghadapi risiko tersebut. Atas dasar itu, kami melakukan Human Aspect of Information Security Questionnaire,” jelasnya.

Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Achmad Fadlil Chusni, menyampaikan pentingnya pengukuran kesadaran keamanan informasi di setiap unit kerja. “Melalui kegiatan penilaian HAIS-Q Tahun 2025 ini, diharapkan ASN di seluruh unit kerja memahami kondisi aktual kesadaran keamanan informasi,” katanya.

Peserta Rapat Sosialisasi dan Evaluasi Hasil Penilaian Human Aspect of Information Security Questionnaire (HAIS-Q)

Ia menegaskan rekomendasi hasil penilaian harus ditindaklanjuti. “Area risiko yang perlu menjadi perhatian serta rekomendasi yang dihasilkan harus diimplementasikan untuk mendukung tata kelola keamanan informasi yang lebih baik.” lanjutnya.

Tony D. Susanto, narasumber dari ITS Surabaya, menekankan pentingnya pengukuran kesadaran keamanan informasi sebagai bagian dari penguatan tata kelola. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesadaran keamanan informasi di kalangan pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sekaligus mengidentifikasi potensi risiko,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil pengukuran memiliki nilai strategis. “Hasil pengukuran ini menjadi salah satu indikator kinerja yang tercatat dalam Sibekisar dan berperan penting dalam memperkuat implementasi budaya kerja CETTAR di lingkungan Pemprov Jatim.” tambahnya.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai tingkat kesadaran dan perilaku keamanan informasi ASN, mengidentifikasi area risiko terkait faktor manusia, serta menyusun langkah tindak lanjut yang diperlukan agar tata kelola keamanan informasi di lingkungan Pemprov Jatim semakin kuat. kmf, jat

Pos terkait