
PASURUAN (wartadigital.id) – Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Ny Luhur Ngudi Setyaningrum mengajak para orangtua untuk membangun budaya literasi melalui story telling (mendongeng) kepada anak, 15-30 menit sebelum tidur.
Ajakan ini disampaikan Luhur saat membuka kegiatan story telling bagi anak usia dini di Balai Desa Trewung, Kecamatan Grati, Selasa (4/6/2024).
Menurutnya, membangun budaya literasi tidak hanya tanggung jawab sekolah atau lembaga formal dan non formal lainnya, namun juga keluarga.
Oleh karena itu, para orangtua diajak menumbuhkan kebiasaan membaca kepada anak. Salah satunya dengan membacakan dongeng sebelum tidur.
“Mengawali memang berat, tapi kalau kita niati dengan ibadah, maka akan terasa lebih mudah. Nggak perlu lama-lama, cukup 30 menit atau paling sedikit 15 menit kita bercerita apapun kepada anak melalui bacaan bergambar yang kita bawa,” katanya.
Istri Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto ini meyakini, aktivitas mendongeng sebelum tidur akan menjadi sebuah hal yang akan selalu dinantikan sang anak, dan lama kelamaan akan menjadi kebiasaan.
“Kalau sudah kebiasaan, maka nantinya, si anak akan semakin gemar membaca tanpa harus diminta,” katanya.
Lebih lanjut Luhur menegaskan bahwa gerakan membaca yang diawali dari keluarga juga dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Kegiatan membaca di keluarga akan meningkatkan kosa kata dan keterampilan komunikasi, serta melatih berpikir logis, imajinasi, dan kreativitas anak meski di tengah gempuran teknologi yang luar biasa.
“Orangtua bisa menjadi teladan dengan membaca cerita untuk anak dan memperkenalkan buku yang menarik bagi anak. Ini akan melatih kosakata dan keterampilan anak nantinya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan, Widji Juli Kurnia menambahkan bahwa kegiatan story telling di tahun 2024 dilaksanakan selama enam kali.
Targetnya adalah anak-anak usia dini seperti PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) maupun Taman Kanak-Kanak (TK) di beberapa kecamatan di Kabupaten Pasuruan.
Ia berharap literasi kembali digalakkan, sebab kecerdasan sang anak diawali dengan membaca. “Literasi memang harus digalakkan kembali, karena kecerdasan untuk anak diawali dengan membaca. Apalagi di dalam gempuran teknologi saat ini,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan story telling tak hanya menghadirkan puluhan anak-anak PAUD dan Taman Kanak-Kanak, namun juga para pendongeng yang tak lain para guru TK dan PAUD di wilayah yang dipilih. sur, ins


