Unhan RI Kolaborasi dengan BRIN dan Praktisi Industri Bahas Teknologi Geospasial untuk Pertahanan

Kegiatan kuliah pakar yang digelar di Dekanat D Lantai 3 Kampus Bhinneka Tunggal Ika (BTI), Sentul, Bogor, Kamis (12/2/2026)

BOGOR (wartadigital.id) – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) terus memerkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan melalui penyelenggaraan kuliah pakar bertema “Aplikasi Teknologi Drone LiDAR, Laser Scanner dan GNSS Geodetic di Dunia Pertahanan”. Kegiatan tersebut digelar pada Kamis (12/2/2026) di Dekanat D Lantai 3 Kampus Bhinneka Tunggal Ika (BTI), Sentul, Bogor.

Kuliah pakar yang diinisiasi oleh Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP) ini menghadirkan dua narasumber kompeten dari kalangan peneliti dan praktisi industri geospasial. Hadir sebagai pembicara utama, Prof Dr Atriyon Julzarika, Peneliti Ahli Utama pada Organisasi Riset Kelautan dan Maritim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Bacaan Lainnya

Turut berbagi pengalaman, Yogi Sujarna, Director 3D Laser Scanning & Geospatial Specialist dari PT Duta Asia Dataprima Indonesia. Hal itu seperti tertuang dalam rilis kepada wartadigital.id, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan dibuka oleh Dekan FTTP Unhan RI, Prof Dr Henry Satriyanto, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa penguasaan teknologi pengindraan modern menjadi kebutuhan strategis di era pertahanan berbasis teknologi tinggi.

“Pertahanan moderen tidak lagi hanya berbicara soal kekuatan Alutsista, tetapi juga kekuatan data dan informasi geospasial yang akurat, cepat, dan terintegrasi,” ujarnya.

Teknologi Presisi untuk Wilayah Strategis Dalam pemaparannya, Prof. Atriyon menjelaskan, teknologi Drone LiDAR, laser scanner, dan GNSS geodetik mampu menghasilkan data topografi dan spasial dengan tingkat akurasi tinggi. Integrasi ketiga teknologi tersebut memungkinkan pemetaan wilayah secara detail, termasuk area yang sulit dijangkau.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi ini sangat relevan untuk mendukung pengamanan wilayah perbatasan, pemetaan kawasan maritim, analisis perubahan bentang alam, hingga mitigasi potensi bencana yang dapat berdampak pada stabilitas nasional.

“Dengan data spasial yang presisi, perencanaan strategis pertahanan dapat dilakukan secara lebih terukur dan berbasis bukti,” katanya.

Sementara itu, Yogi Sujarna memaparkan implementasi teknologi 3D laser scanning dalam berbagai proyek pemetaan dan pemodelan infrastruktur strategis.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri agar inovasi teknologi dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.

Antusiasme mahasiswa kuliah pakar yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIB ini dimoderatori oleh Syachrul Arief, SSi., PhD., dosen Program Studi Teknologi Penginderaan FTTP Unhan RI.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa terkait penerapan teknologi pengindraan dalam konteks pertahanan dan keamanan nasional.

Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap penguasaan teknologi geospasial sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga kedaulatan negara.

Melalui kegiatan ini, Unhan RI berharap dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memerkuat sinergi antara dunia akademik, riset nasional, dan industri dalam mengembangkan sistem pertahanan berbasis sains dan teknologi.

Kuliah pakar ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Unhan RI dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap menghadapi tantangan pertahanan masa depan. edt, *

Pos terkait