wartadigital.id
Headline Nasional

Utang Bertambah Rp 1.296,5 Triliun, DPR Khawatirkan Indonesia Masuk Jurang Kebangkrutan

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad

JAKARTA (wartadigital.id)   – Di masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah begitu kewalahan menghadapi dampak ekonomi yang dirasakan dan akibatnya utang negara semakin membengkak. Jumlah utang Indonesia semenjak 2019 sampai 2021 terus bertambah secara signifikan bahkan mencapai Rp 1.296,5 triliun.

Pertambahan utang tersebut tentu saja membuat DPR khawatir. Dikutip dari laman resmi DPR RI, Jumat (25/6/2021), anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad meminta pemerintah untuk memiliki perencanaan dalam menghadapi profil utang luar negeri yang akan jatuh tempo 5 sampai 15 tahun lagi.

Berdasarkan data, rasio utang pemerintah terus mengalami peningkatan mulai dari 30,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2019 menjadi 39,4 persen dari PDB pada tahun 2020.

Apabila dibandingkan dengan kewajiban bunga dan cicilan terhadap penerimaan ekspor maka kini akan berada di posisi 27,86 persen, dimana batas amannya 20 persen.

Hal ini semakin serius, karena Debt to GDP Ratio, atau total utang terhadap PDB sudah mencapai 39,7 persen dari batas aman 40 persen.

Kamrussamad menyadari kalau negara kini berada pada kondisi sulit dimana penerimaan atau pemasukan belum stabil. “Penerimaan negara yang terus mengalami kontraksi, sumber-sumber ekonomi baru masih bersifat wacana,” ucapnya.

Dijelaskannya kalau Indonesia terus mengeluarkan obligasi internasional tanpa upaya skenario pengurangan pinjaman, dikhawatirkan Indonesia  masuk pada jurang kebangkrutan atau salah pengelolaan.

Diketahui bahwa sampai saat ini pemerintah setidaknya memiliki tiga struktur pinjaman luar negeri. Di antaranya adalah pinjaman luar negeri milik pemerintah, pinjaman luar negeri BUMN, dan pihak swasta.

Kamrussamad berpendapat kalau perlu dibuat perencanaan yang tepat dari ketiganya. Seperti strategi kebijakan untuk bisa menata ulang skenario pinjaman luar negeri pemerintah dan BUMN dengan sektor swasta.

Apabila kembali melihat laporan BPK, utang pada 2020 telah melampaui batas yang direkomendasikan IMF atau International Debt Relief (IDR). Selain itu rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan juga sudah mencapai sebesar 19,06 persen, melampaui rekomendasi IDR yakni 4,6-6,8 persen dan rekomendasi IMF berkisar 7-19 persen.

Parahnya lagi, rasio utang terhadap penerimaan 369 persen ini melampaui rekomendasi IDR sebesar 92-167 persen dan rekomendasi IMF yang hanya 90-150 persen.

Perlu diketahui bahwa total utang Indonesia Desember 2020 mencapai Rp 6.074,56 triliun. Setelah meningkat pesat jika dibandingkan 2019 yaitu Rp 4.778 triliun. set, cik

Related posts

Dikaruniai Anak Kedua, Eza Gionino Banjir Ucapan Selamat

redaksiWD

Dokter Spesialis Kulit UNAIR Beri Tips Memilih Skincare yang Tepat

redaksiWD

DPR RI Tegaskan Kemenkumham Harus Konsisten Larang WNA Tiongkok Masuk Indonesia

redaksiWD