
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
JAKARTA (wartadigital.id) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan program booster vaksin Covid-19 atau penyuntikan vaksin dosis ketiga bisa dilakukan pada 12 Januari 2022.
Vaksinasi booster akan diberikan pada mereka yang berusia 18 tahun ke atas dan pada daerah kabupaten atau kota yang sudah sudah memenuhi kriteria 70% suntikan pertama dan 60% suntikan kedua.
“Sudah diputuskan Bapak Presiden (Joko Widodo) vaksinasi booster akan jalan 12 Januari golongan dewasa di atas 18 tahun sesuai dengan standar WHO dan akan diberikan ke kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria 70% suntik pertama dan 60% suntik kedua,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin (3/1/2022).
Berdasarkan data kementerian kesehatan, provinsi dengan capaian vaksinasi di atas itu antara lain Jakarta. Dari target sasaran vaksinasi sebanyak 8,3 juta orang, realisasinya 143% untuk vaksinasi pertama setara 12 juta orang lebih. Lalu untuk vaksinasi kedua jumlahnya 113% atau sebanyak 9,5 juta orang.
Sedangkan di Jawa Barat, dari target 37 juta lebih, vaksinasi pertama sudah 76,5%, dan vaksinasi kedua baru 53,7%. Namun, bila dilihat dari rincian kabupaten/kota, beberapa wilayah di Jabar sudah bisa memenuhi, antara lain Kabupaten Bekasi vaksinasi pertama 70%, dan vaksinasi kedua 61%. Kemudian Kota Bekasi, vaksinasi pertama 83% dan vaksinasi kedua 67%.
Kemudian Kota Depok, vaksinasi pertama sudah 79%, dan vaksinasi kedua sudah 63%. Namun, untuk Kota Bogor, vaksinasi pertama sudah 70%, tapi untuk yang kedua masih 47%.
Budi Gunadi Sadikin mengatakan untuk program booster vaksin Covid-19, Indonesia membutuhkan 230 juta dosis vaksin. Indonesia sudah mengamankan pasokan vaksin sebanyak 113 juta dosis vaksin.
“Nah yang menarik adalah CDC (Center for Disease Control) dan FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat mengeluarkan rekomendasi Moderna itu dosisnya setengah karena ada isu kerasnya moderna atau efek KIPI (efek samping),” ujar Budi Gunadi.
Budi menambahkan jika dalam penelitian yang dilakukan Indonesia vaksin booster menggunakan Pfizer dan Moderna setengah dosis dan satu dosis tidak ada beda dari sisi efektivitasnya dan Indonesia menggunakan dosis setengah maka kemungkinan besar kebutuhan booster bisa dipenuhi dari vaksin gratis.
“Tapi ini masih dalam diskusi hasilnya nanti keluar setelah tim dari profesor-profesor dari ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) menyampaikan hasil [penelitian] pada 10 Januari,” terangnya.
Mengenai vaksin Covid-19 berbayar, pemerintah sebenarnya sudah menerbitkan aturan untuk vaksin Gotong Royong atau vaksinasi Mandiri. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong, harga satu dosis vaksin Sinopharm Rp 321.660 dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi untuk satu dosis sebesar Rp 119.910.
Sementara itu lembaga Unicef dalam laporan Vaccine Market Dashboard menampilkan harga per dosis sejumlah vaksin di beberapa negara termasuk Indonesia. Sinovac, misalnya di Indonesia senilai 13,6 – 17 dolar AS (Rp 196 ribu – Rp 245 ribu). Sinopharm di beberapa negara harganya mulai dari 9 – 36 dolar AS (Rp 130 ribu – Rp 520 ribu).
Sementara Pfizer dari 6,75 – 23,15 dolar AS (Rp 97.600 – Rp 334.750), Novavax 3 – 20,90 dolar AS (Rp 43 ribu – Rp 302 ribu). Ada juga Janssen dari 8,5 – 10 dolar AS (Rp 122 ribu – Rp 144 ribu), dan AstraZeneca harga per dosisnya berkisar 2,19 – 7,95 dolar AS (Rp 31.600 ribu – Rp 114.900). set, cik, bis