
SURABAYA (wartadigital.id) – Memasuki periode pancaroba menuju musim hujan, masyarakat dan pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang akibat angin kencang. Pemeriksaan kondisi pohon di kawasan perkotaan dinilai penting dilakukan sejak dini untuk mencegah kerusakan hingga korban jiwa.
Pakar mitigasi bencana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Ir Amien Widodo MSi mengatakan, pohon yang berada di pinggir jalan, taman, perkantoran, maupun sekolah memiliki risiko tumbang ketika diterpa angin kencang. Kondisi tersebut semakin berisiko karena pohon perkotaan umumnya tumbuh di ruang yang terbatas dan berdekatan dengan aktivitas manusia.
Menurut Amien, pemeriksaan pohon perlu dilakukan secara berkala, layaknya pemeriksaan pada bangunan. Langkah tersebut penting untuk mengetahui kondisi akar, tanah, batang, maupun cabang sebelum terjadi kerusakan. “Pemeriksaan pohon perlu dilakukan mulai sekarang sebelum angin kencang menumbangkannya,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).
Pakar dari Departemen Teknik Geofisika ITS tersebut menjelaskan, pohon tumbang tidak disebabkan satu faktor saja. Kondisi akar, kualitas tanah, kesehatan pohon, hingga intervensi manusia dapat saling memengaruhi daya tahan pohon terhadap angin.
Sistem akar sebagai penopang utama pohon dapat terganggu akibat keterbatasan ruang tumbuh. Permukaan tanah yang tertutup aspal, beton, atau paving block juga dapat membatasi perkembangan akar.
Selain itu, pekerjaan utilitas bawah tanah, seperti pemasangan kabel, pipa air, dan drainase, berpotensi memotong akar penopang utama. Kondisi drainase yang buruk juga dapat menyebabkan genangan berkepanjangan dan memicu pembusukan akar akibat infeksi jamur.
Kondisi tanah yang mengalami pemadatan akibat aktivitas kendaraan maupun pejalan kaki turut menjadi persoalan. Pemadatan mengurangi pori-pori tanah sehingga menghambat masuknya oksigen dan air. “Akibatnya, pertumbuhan akar dapat menjadi dangkal dan mengurangi daya cengkeram pohon terhadap tanah,” ungkapnya.
Selain bagian akar, pemeriksaan juga perlu mencakup kesehatan dan struktur batang serta cabang pohon. Batang yang mengalami pelapukan, serangan rayap, maupun infeksi jamur dapat mengalami penurunan kekuatan.
Amien menambahkan, luka pada batang akibat benturan kendaraan atau pengerjaan proyek juga perlu diperhatikan. Luka tersebut dapat menjadi pintu masuk mikroorganisme yang merusak jaringan kayu.
Karena jumlah pohon di kawasan perkotaan cukup banyak, Amien mendorong masyarakat turut berperan dalam upaya mitigasi. “Masyarakat harus aktif melaporkan pohon yang dinilai membahayakan di sekitar tempat tinggalnya, sedangkan pemerintah perlu menindaklanjuti laporan tersebut sebagai bagian dari upaya melindungi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.
Upaya pemeriksaan dan pemantauan pohon tersebut sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih aman dan berkelanjutan, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, tujuan ke-13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim, serta tujuan ke-15 terkait Ekosistem Daratan. ike





