wartadigital.id
Headline Manca

Waspada, Covid Singapura Tembus Rekor Baru Lagi

BBC
Sejak Senin (27/9/2021), Singapura telah kembali memberlakukan pembatasan sosial ke warga. Kebijakan ini akan berlaku hingga 24 Oktober.

 

SINGAPURA (wartadigital.id)  – Kasus Covid-19 baru di Singapura kembali menembus rekor tertinggi terbaru. Bahkan angkanya lebih tinggi dari tambahan kasus corona di Indonesia, Selasa (28/9/2021).

Singapura mencatat 2.236 kasus kemarin dengan lima kematian. Sementara RI mencatat 2.057 kasus baru meski angka kematian masih tinggi 124.

Mengutip data Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), kasus lokal tercatat sebanyak 2.226, terdiri dari 1.711 komunitas dan 515 asrama. MOH juga mencatat ada 10 kasus impor.

Semua kasus meninggal ditegaskan MOH melibatkan warga yang belum divaksin. Mereka adalah pria berumur, 69, 73, 74 dan 79 sementara satu orang wanita berumur 77 tahun. Sebanyak 1.325 kasus disebut tidak membutuhkan perawatan ke rumah sakit. “Semua dalam keadaan baik dan tengah diobservasi,” kata MOH dikutip Rabu (29/9/2021).

Sementara ada 209 kasus membutuhkan bantuan oksigen. Sebanyak 30 kasus dalam kondisi kritis di ICU. Kemarin Singapura juga mencatat kasus baru di klaster baru muncul di sebuah panti jompo. MOH menyebut toal ada 11 klaster aktif besar di negeri itu. Kenaikan kasus hingga 2.000 per hari sudah diprediksi pemerintah Singapura di awal September. Pasalnya tingkat reproduksi virus (R) di negeri itu tinggi.

Varian Delta menjadi penyebab penularan. Belum lagi pelonggaran yang dilakukan baik di kehidupan warga maupun pintu masuk negara. Meski begitu sejak Senin (27/9/2021), Singapura telah kembali memberlakukan pembatasan sosial ke warga. Ini akan berlaku hingga 24 Oktober.

Warga diminta kembali bekerja di rumah. Siswa kembali melakukan pembelajaran online hingga 7 Oktober. Pertemuan juga dibatasi dua orang. Lalu warga berusia tua dilarang mendatangi tempat ibadah.

Imbas pembatasan sosial di negara tersebut membuat nilai tukar dolar Singapura melemah 3 hari beruntun melawan rupiah pada perdagangan, Selasa (28/9/2021). Melansir data Refinitiv, dolar Singapura melemah tipis 0,07% ke Rp 10.518,94/SG$ di pasar spot. Posisi tersebut tidak jauh dari level terendah 7 bulan yang dicapai pada Kamis pekan lalu.

Kasus Covid-19 di Singapura mencetak rekor tertinggi sepanjang pandemi sebanyak 1.939 orang per hari pada Minggu lalu. Sementara kemarin dilaporkan sebanyak 1.647 kasus.

Pembatasan sosial di Singapura kembali diketatkan mulai Senin kemarin. Pekerja kembali Work From Home (WFH), kemudian makan di tempat (dine in) restoran dan pertemuan jumlahnya kembali dikurangi. Sekolah Dasar juga kembali menerapkan belajar online secara bergantian.

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi infeksi harian. Meski mayoritas merupakan OTG dan bergejala ringan, tetapi dengan laju kenaikan yang meningkat tajam, jumlah pasien yang sakit berat juga bertambah signifikan, sehingga beban fasilitas kesehatan meningkat.

“Ini keputusan yang sangat sulit bagi, kami tahu ini akan berdampak besar ke dunia usaha dan masyarakat” kata Menteri Perdagangan Gan Kim Yong, yang juga Wakil Ketua Satuan Tugas Covid-19.

Dia menjelaskan apa yang pemerintah lakukan kemungkinan tidak akan langsung menurunkan penambahan kasus harian, tetapi pengetatan akan membantu memperlambat penyebaran dan mengindari melonjaknya beban kerja tenaga kesehatan. riz, ins

Related posts

Kenali Pentingnya Risiko Keuangan, Ini Empat Alasan Milenial Perlu Perhatikan Proteksi

redaksiWD

Peringatan HUT Humas Polri, Kapolres Sampang Tegaskan Siap Jawab Tantangan di Era Teknologi Informasi

redaksiWD

Kekalahan PDIP Bakal Jadi Kenyataan Jika Puan Maharani Dipaksa Tampil di Pilpres 2024

redaksiWD