
JAKARTA (wartadigital.id) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan, sudah ada beberapa vaksin yang berguna untuk mencegah cacar secara umum, yang juga berkhasiat melawan cacar monyet.
Vaksin baru yang dikembangkan untuk cacar yakni VA-BN, juga dikenal sebagai Imvamune, Imvanex atau Jynneos, telah ada dan disetujui pada 2019 untuk digunakan dalam mencegah cacar monyet.
Meski telah tersedia dan bisa mencegah cacar monyet, namun vaksin tersebut belum tersedia secara luas. WHO bekerjasama dengan produsen untuk meningkatkan akses vaksin tersebut.
Di negara endemi cacar monyet yakni Afrika Selatan dan Barat, cacar tersebut bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan. Namun, itu dilakukan dengan perawatan kepada penderita.
Perawatan yang perlu dilakukan yakni merawat ruam supaya tetap kering. Jika memungkinkan, bisa dibalut untuk melindungi kulit yang ruam. Hindari menyentuh luka di mulut atau mata. Obat kumur dan obat tetes mata dapat digunakan selama produk tidak mengandung kortison.
Vaksin dengan Vaccinia immune globulin (VIG) mungkin direkomendasikan untuk kasus yang parah.
WHO mengatakan, selain vaksin, antivirus yang dikembangkan untuk mengobati cacar (tecovirimat, dikomersialkan sebagai TPOXX) juga disetujui untuk pengobatan cacar monyet pada Januari 2022.
Peringatan Bill Gates sekitar tujuh bulan lalu sekali lagi menjadi kenyataan setelah ia mendesak masyarakat internasional untuk bersiap menghadapi wabah dan serangan cacar di masa depan.
Dalam sebuah wawancara dengan Policy Exchange dengan Ketua Komite Pilihan Kesehatan Jeremy Hunt pada bulan November, Gates juga menyarankan agar pemerintah menginvestasikan puluhan miliar dolar AS dalam penelitian dan pengembangan (R&D), yang dikatakan mahal.
Pendiri Microsoft juga merekomendasikan pembentukan Gugus Tugas Pandemi Organisasi Kesehatan Dunia baru yang menelan biaya miliaran dolar AS.
“Negara kaya seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris perlu terlibat dalam pengeluaran puluhan miliar AS untuk mendanai penelitian yang mengarah pada inovasi lain seperti pemberantasan flu biasa dan flu. Saya berharap dalam lima tahun, saya bisa menulis buku berjudul ‘Kami Siap menghadapi pandemi berikutnya’. Tapi, perlu dana yang akan disumbangkan oleh Washington dan London,” kata orang terkaya di dunia tersebut seperti dilansir dari Unilad.
Dia juga menyarankan ‘permainan kuman’ dalam persiapan untuk tindakan bio terorisme seperti serangan cacar di bandara. “Bagaimana reaksi masyarakat internasional jika serangan bioterorisme (cacar) menargetkan 10 bandara di seluruh dunia? “Ini mungkin bisa memicu epidemi yang lebih dahsyat daripada yang kita hadapi sekarang,” katanya, seraya menambahkan bahwa dia akan terus berbicara tentang mempersiapkan pandemi sebagai bagian dari pekerjaan amalnya sebagai seorang filantropis.
Menurutnya, banyak R&D yang perlu dilakukan untuk persiapan menghadapi pandemi berikutnya seperti memproduksi vaksin yang lebih murah dan hanya menggunakan patch di lengan.
Pada tahun 2015, pendiri Microsoft pernah mengingatkan tentang potensi penyebaran virus seperti Covid-19 dan juga menekankan perlunya negara-negara internasional untuk bersiap menghadapi situasi tersebut. “Jika 10 juta orang terbunuh dalam beberapa dekade mendatang, itu karena virus yang menular dan bukan perang,” katanya saat bergabung dengan Ted Talk sekitar enam tahun lalu. riz, ins