Tiba di Indonesia, Ridwan Kamil Satu Mobil dengan Jenazah Eril Menuju Bandung

Istimewa
Jenazah Eril disemayamkan di rumah dinas Gubernur Jawa Barat.

 

BANDUNG (wartadigital.id) – mobil jenazah yang membawa putera sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril telah menuju ke Gedung Pakuan Bandung, Jawa Barat untuk disemayamkan, Minggu sore (12/6/2022)

Bacaan Lainnya

Jenazah Eril telah meninggalkan Gedung Cargo Jenazah Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 16.54 WIB dengan pengawalan dari petugas Kepolisian Lalu Lintas melalui jalur darat menuju ke Bandung, Jawa Barat.

Terlihat, yang turut dalam satu mobil dengan jenazah Eril adalah Ridwan Kamil. Ridwan Kamil sebelumnya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada wartawan.

“Terima kasih, terima kasih,” ucap Ridwan Kamil saat menghampiri wartawan bersama istrinya, Atalia Praratya sebelum masuk ke mobil jenazah.

Hingga pukul 16.58 WIB, iring-iringan mobil yang mengantar jenazah Eril telah meninggalkan area Bandara Soekarno-Hatta. Diperkirakan akan tiba di Bandung sekitar dua jam perjalanan.

Jenazah Eril sebelumnya terlebih dahulu dilakukan serah terima dari Kementerian Luar Negeri kepada keluarga Ridwan Kamil, seperti halnya Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya yang meninggal di luar negeri.

Jenazah Eril akan disalatkan di Gedung Pakuan Bandung. Untuk kemudian dimakamkan di Islamic Center Batul Ridwan, Cimaung, Kabupaten Bandung pada Senin (13/6/2022) pukul 11.00 WIB.

Ditemukan Guru SD

Eril meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Aare, Bern, Swiss pada 26 Mei lalu. Setelah 14 hari, jasadnya ditemukan di Bendungan Engehalde. Adapun Geraldine Beldi disebut-sebut adalah orang yang pertama kali menemukan jasad Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di Bendungan Engehalde, Rabu (8/6/2022) waktu setempat.

Insiden yang menimpa putera sulung Ridwan kamil, Emmeril Khan Mumtadz yang hilang di Sungai Aare sejak dua pekan lalu, membuat banyak warga Swiss, khusunya Bern, bersimpati. Salah Satunya, Mrs Geraldine Beldi.

Mengetahui kabar hilangnya salah seorang WNA di Sungai Bern, ibu dua anak ini pun ikut mencari tiap kali melewati sungai Aare menuju tempatnya bekerja. Saat berjalan kaki ke sekolah ia kerap kali melihat ke arah sungai. Dan dia yang menemukannya dan temuan ini dilaporkan pada pihak kepolisian Bern. Walau sudah lewat 14 hari, jasad Eril diketahui masih utuh, lengkap tidak kurang satu apa pun.

Jarak dari titik Eril berenang yakni Eichholz ke Bendungan Engehalde yang menjadi lokasi penemuan jenazahnya, sekitar 5,1 kilometer apabila ditempuh dengan berjalan kaki. Bendungan Engehalde merupakan pembangkit listrik di Bern.

Bangunan ini sudah diresmikan sejak 1 November 1909, dan digunakan sebagai area olahraga dayung pertama kalinya di Bern.

Letak tempat ini di distrik utara Felsenau, dan tidak jauh dari tempat pembuatan bir Felsanau, yang dioperasikan oleh Energie Wasser Bern.  rmo, set