
LONDON (wartadigital.id) – Penobatan Raja Charles III bersama dengan Permaisuri Ratu Camilla menjadi yang ditunggu-tunggu bagi semua masyarakat. Hal ini lantaran upacara penobatan yang kembali digelar di masa kini yang semakin modern.
Upacara penobatan ini sendiri diketahui berbeda dengan penobatan sang Ibunda yakni Ratu Elizabeth II. Jika sebelumnya acara penobatan berlangsung selama hampir empat jam, upacara Charles sendiri akan berlangsung selama dua jam.
Dalam upacara penobatan, tentu ada beberapa momen ikonik yang paling ditunggu. Berikut 7 momen penting yang terjadi selama penobatan Raja Charles III, dikutip dari Reuters.
- Proses Kereta Kuda
Charles dan Istrinya yakni Camilla yang akan dinobatkan akan melakukan perjalanan dari Istana Buckingham ke Westminster Abbey di Kereta Kuda Negara Jubile Berlian modern. Kereta tersebut dibuat untuk memperingati 60 tahun ibunya memerintah. Setelahnya, Charles dan Camilla akan kembali dalam ‘Prosesi Penobatan’ di Kereta Kuda Negara Emas berusia 260 tahun yang memiliki berat empat ton dan membutuhkan delapan kuda untuk ditarik.
Kereta ini pertama kali digunakan oleh Raja George III untuk perjalanan menuju Pembukaan Negara Parlemen pada 1762. Selain itu, proses ini akan melibatkan sekitar 4.000 personel angkatan bersenjata, yang paling terbesar dalam beberapa generasi.
- Pengurapan
Dalam kebaktian, Charles akan diurapi dengan minyak suci Krisma yang dibuat menggunakan buah zaitun dari Bukit Zaitun dan ditasbihkan di Yerusalem. Tradisi ini berasal dari Perjanjian Lama dari Alkitab. Sejarawan Publik di Istana Kerajaan Bersejarah sering dianggap sebagai bagian paling sakral dalam upacara. “Ini adalah upacara kuno dan sangat simbolis. Secara historis mirip dengan pengurapan imam dan uskup,” jelasnya mengutip dari pemberitaan Reuters, Sabtu (6/5/2023).
- Penobatan Camilla
Camilla, istri kedua yang dinikahi pada 2005 juga akan dimahkotai secara terpisah sebagai ratu, seperti dengan suaminya yang akan diurapi oleh Uskup Agung Canterbury, Justin Welby. Dia akan dimahkotai menggunakan mahkota Ratu Mary, ditugaskan dan dikenakan oleh permaisuri Raja George V untuk penobatan pada 1911. Mahkota juga diatur ulang dengan berlian dari koleksi perhiasan pribadi Ratu Elizabeth sebagai penghargaan untuknya.
- Musik
Dalam upacara tersebut, diketahui akan menampilkan 12 karya baru yang ditugaskan atau dipilih oleh Charles. Hal tersebut termasuk lagu penobatan baru oleh impresario teater musikal Andrew Lloyd Webber. “Zadok the Priest” diketahui menjadi musik yang paling menonjol, yang digubah oleh George Frideric Handel sebagai lagu penobatan untuk Raja George II pada 1727. Lagu ini juga telah dinyanyikan setiap orang sejak saat itu.
- Penobatan Charles
Momen ini menjadi momen kunci dari upacara yang digelar pada Sabtu (6/5/2023). Charles nanti akan duduk di kursi penobatan yang telah berusia lebih dari 700 tahun dan akan diberikan alat-alat kerajaan seperti bola dan tongkat yang dihiasi permata hingga pedang dan cincin. Puncaknya sendiri yakni pada saat Mahkota Santo Edward yang berusia 360 tahun dengan berat 2,2kg akan diletakan di atas kepala Charles oleh Uskup Agung Canterbury. Mahkota itu sendiri juga merupakan pengganti asli yang berasal dari abad ke-11.
- Momen di Balkon Istana Buckingham
Setelah kembali ke Istana Buckingham, seperti pada perayaan-perayaan besar dari kerajaan, penampilan keluarga di balkon di Istana Buckingham sendiri menjadi momen yang ikonik. Nantinya dari momen ini diharapkan ada sebuah penerbangan oleh pesawat militer, termasuk tim akrobatik Red Arrows dari Angkatan Udara Kerajaan dan pesawat bersejarah dari Perang Dunia II. Namun hal ini tergantung dari cuaca. Tentunya di momen ini, semua mata akan tertuju pada keluarga kerajaan.
- Para Tamu
Diketahui bahwa akan ada 2.300 tamu dalam Westminster Abbey. Jumlahnya masih lebih sedikit jika dibandingkan pada saat penobatan Ratu Elizabeth II pada 1953 dengan 8.000 yang hadir. Para tamu tersebut berasal dari keluarga kerajaan Inggris, termasuk Pangeran Harry, bangsawan asing, pejabat, kepala negara, dengan ibu negara AS Jill Biden mewakili Amerika Serikat dan Wakil Presiden Tiongkok Han Zheng hadir atas nama Beijing.
Sebagai catatan, Dubes RI untuk Inggris, Desra Percaya juga menghadiri upacara tersebut, mewakili Presiden Jokowi dan atas amanah dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Meghan Markle dan kedua anaknya, Lilibet dan Archie dipastikan tidak akan hadir dalam upacara penobatan lantaran bertepatan dengan hari ulang tahun Archie ke-4 tahun. Tidak tahu pasti apakah hal tersebut menjadi alasan utama dirinya absen dalam acara tersebut, namun berdasarkan info dari salah satu teman Meghan kepada majalah People bahwa meskipun Meghan ingin mendukung Raja Charles, Meghan merasa memantau dari jauh sudah lebih cukup dari dukungan. Ketidakhadiran Meghan sendiri juga terjadi di tengah ketegangan yang berlangsung antara Harry, ayahnya, dan Pangeran William. rtr, bis