
Jaringan ATM BSI mengalami error sejak Senin 8 Mei 2023 lalu.
SURABAYA (wartadigital.id) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) mengusulkan pelunasan biaya haji yang batas akhirnya 12 Mei 2023 dapat diperpanjang, khususnya terhadap jemaah yang tercatat sebagai nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenag Jatim Husnul Maram menginformasikan terjadi trouble system di Bank Syariah Indonesia selama empat hari terakhir.
“Akibatnya, dari total 35.152 jemaah calon haji asal Jatim yang telah terdaftar dalam kuota berangkat ke Tanah Suci tahun ini, tercatat sebanyak 8.417 orang atau 19 persen belum melakukan pelunasan,” katanya kepada wartawan usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Petugas Haji Indonesia Embarkasi Surabaya di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (11/5/2023) petang.
Dari jumlah tersebut, 6.099 jemaah di antaranya gagal melunasi disebabkan trouble system BSI. Sisanya, 2.318 jemaah tercatat sebagai nasabah bank lain, seperti Bank Mega, BRI dan BNI.
“Kemarin kami rapat. Tadi malam juga masih rapat. Kami memohon kepada Jakarta, khusus untuk Bank Syariah Indonesia untuk ditambah waktunya. Kami memohon ini, mudah-mudahan dikabulkan, karena ada 6.099 jemaah yang tercatat sebagai nasabah Bank Syariah Indonesia,” ujarnya.
Kakanwil Kemenag Husnul meyakini pasti ada jalan keluar atas kendala pelunasan biaya haji akibat masalah sistem di Bank Syariah Indonesia.
Terlebih, kuota jamaah haji Indonesia telah diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi. Menurut Husnul, kuota yang telah diberikan jangan sampai berkurang atau ada kursi yang kosong akibat kendala tersebut.
Kemenag Jatim, kata Husnul, mengupayakan agar jemaah calon haji asal provinsi setempat yang pelunasannya terkendala masalah sistem di Bank Syariah Indonesia tidak digantikan oleh cadangan.
“Jemaah calon haji yang masuk dalam daftar cadangan jumlahnya sekitar 10 persen dari kuota Jatim. Mereka sudah melunasi biaya haji karena memang dipersiapkan agar sewaktu-waktu langsung berangkat untuk menggantikan calon yang berhalangan,” ucapnya.
Namun, Husnul menegaskan masih menunggu kebijakan dari Kemenag Pusat atas kendala sistem di Bank Syariah Indonesia, sehingga jemaah yang sudah masuk kuota berangkat ke Tanah Suci tahun ini tidak perlu digantikan oleh cadangan.
Layanan perbankan BSI mengalami error sejak Senin (8/5/2023). Mulai dari sistem transaksi melalui ATM Bersama, ATM BSI sendiri hingga aplikasi BSI Mobile Banking mengalami gangguan. Pada Selasa (9/5/2023) BSI telah berhasil melakukan normalisasi layanan pada jaringan ATM dan kantor cabang, sehingga nasabah dapat bertransaksi di jaringan cabang dan ATM BSI yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada malam harinya, layanan BSI Mobile juga sudah dapat diakses oleh nasabah dengan fitur-fitur basic secara bertahap. Namun layanan pada aplikasi BSI Mobile belum bisa digunakan.
Namun pada Rabu (10/5/2023) pukul 14.00, Perseroan tengah melakukan monitoring dan proses normalisasi transaksi yang berdampak pada layanan BSI tidak bisa diakses sementara waktu yakni layanan di cabang, akses BSI Mobile maupun ATM di seluruh Indonesia.
Sementara itu pakar keamanan siber dari Vaksin.com Alfons Tanujaya menuturkan kemungkinan besar gangguan yang menyerang layanan m-banking, internet banking, dan ATM yang dialami BSI karena adanya kesulitan untuk mengakses data master.
Dia menduga ada kerusakan pada hardware atau terenkripsi ransomware. “Kalau melihat panjangnya waktu downtime, patut dicurigai ini cukup serius. Karena kalau ada backup dan disiplin dilakukan backup dengan benar, maka hal ini terjadi maksimal hanya beberapa jam,” kata Alfons.
Dia menyarankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) proaktif dan segera menginvestigasi masalah ini. “Adalah kewajiban bagi bank untuk bisa memberikan layanan yang andal,” katanya. ara, hdi