Terapkan Gaya Hidup Sehat

R Kuat Santoso

Memiliki tubuh yang sehat tentu merupakan dambaan setiap orang. Namun, keinginan tersebut terkadang tak diiringi dengan gaya hidup sehat.  Setelah sakit, manusia baru menyadari pentingnya menerapkan gaya hidup sehat.

Hal ini yang kini disadari oleh R Kuat Santoso, guru dan juga humas di SMKN 2 Sampang. Sempat divonis kena diabetes hingga terancam diamputasi,  Santoso mengaku saat ini kondisinya sehat kembali. Berkat berbagai upaya keras yang dilakukannya untuk sembuh. “Makanya itu saya ingin berbagi pengalaman,” katanya.

Bacaan Lainnya

Pria kelahiran 5 Juli 1973 ini bercerita saat muda dia gemar berolahraga.  Olahraga favoritnya tenis. Selama  olahraga itu, untuk mengusir haus dia kerap mengonsumsi minuman penyegar dalam botol berbagai merek. “Nyaris tiap hari konsumsi minuman penyegar dalam kemasan botol. Tidak hanya saat olahraga, juga dalam aktivitas sehari-hari. Berbagai merek sudah saya coba,” katanya.

Saat itu dia tak mengetahui efek samping dari kebiasaannya dalam jangka panjang. Hingga seiring waktu berjalan dan dia berhenti olahraga tenis mulai merasakan ada yang tak nyaman dari tubuhnya. Sekitar Juli 2017, dia mengaku kondisi badannya drop dengan luka sedikit di bagian kaki kiri dan kanan.

Kemudian diperiksakan ke dokter dan laboratorium Sampang hasilnya diabetnya 530. “Saya makin drop karena saat itu saya disarankan untuk diamputasi. Sebelumnya saya juga tak menyangka kena diabetes,” kenangnya.

Namun dia tak pantang menyerah atas vonis dokter. Dia berusaha  mencoba pengobatan alternatif kesana kemari atas saran keluarga dan teman-temannya. Ibaratnya trial and error alias coba-coba. Hingga akhirnya dia menemukan obat herbal, berbahan buah mengkudu alias pace. Dan ternyata obat herbal ini berjodoh dengannya.

“Saya cocok mengonsumsi obat berbahan mengkudu. Saya juga minum jus lidah buaya dicampur air kelapa muda dan perasan jeruk nipis secara rutin dan teratur. Alhamdulillah kadar gula terus turun hingga kini,” katanya.

Santoso yakin dengan motivasi diri yang kuat, apapun cobaan yang datang akan bisa diatasi.  “Saya percaya bahwa hidup dan matinya seseorang sudah ada yang mengatur yaitu Allah SWT. Kita  itu wajib hukumnya berihtiar dan berdoa,” kata bapak empat anak ini.

Untuk menjaga kesehatannya, dia sekarang menerapkan gaya hidup sehat. Pantangan-pantangan makan seperti anjuran dokter dia patuhi. Dia saat ini rajin makan ubi rebus, sudah jarang makan nasi.  Selain itu tetap olahraga teratur meski hanya jalan pagi, serta menjaga pikiran tetap fresh, tidak stres karena kalau terlalu banyak pikiran penyakit gampang kambuh. jok