
LUMAJANG (wartadigital.id) – Pemerintah Kabupaten Lumajang bergerak cepat melakukan penanganan dampak hujan deras disertai angin kencang dan petir yang melanda beberapa kecamatan di Lumajang, Sabtu (1/11/2025) malam. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemantauan, asesmen, dan membantu warga terdampak di sejumlah titik bencana.
Upaya penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari pembersihan material longsor, penyedotan air di kawasan genangan, hingga distribusi bantuan logistik ke wilayah yang terdampak paling parah.
BPBD juga telah menyiagakan alat berat, kendaraan operasional, serta berkoordinasi dengan perangkat daerah dan aparat kecamatan guna memastikan akses jalan tetap terbuka bagi warga.
“Kami terus melakukan monitoring dan penanganan di lapangan, berkoordinasi dengan camat serta relawan desa tangguh bencana. Fokus utama saat ini adalah menjaga keselamatan warga dan mempercepat pemulihan akses,” ungkap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam laporan resminya, Sabtu (1/11/2025) malam.
Berdasarkan hasil asesmen awal, hujan deras yang terjadi sejak sore menyebabkan bencana di sejumlah wilayah, antara lain longsor, genangan air, dan pohon tumbang.
Wilayah terdampak meliputi: Kecamatan Padang, longsor di jalan penghubung Desa Padang–Desa Mojo dan Desa Mojo–Kalisemut.
Kecamatan Sukodono, genangan air di RW 09 Desa Dawuhan Lor, RW 08 Desa Kutorenon, dan Perumahan Sakinah Desa Sumberejo.
Kecamatan Kedungjajang, longsor di Dusun Gondang, Desa Krasak (penghubung Dadapan–Gucialit).
Kecamatan Lumajang, genangan di Kelurahan Tompokersan dan Rogotrunan.
Kecamatan Candipuro, genangan di Jalan Nasional Desa Sumberwuluh serta longsor di KM 54 dan 56 Piket Nol.
Kecamatan Pronojiwo, longsor menimpa dua rumah di Desa Tamanayu dan Desa Sumberurip.
Kecamatan Tempursari, luapan sungai Sukosari mengalami kenaikan debit cukup signifikan.
Kecamatan Pasirian, pohon tumbang di Desa Bago menimpa rumah warga dan menyebabkan satu korban luka, Supandi (54), yang kini mendapat perawatan di RSUD Pasirian.
BPBD Lumajang terus memperbarui data dan melakukan asesmen terhadap potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan masih tinggi di beberapa titik hingga malam hari. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor dan luapan sungai.
“Semua unsur sudah siaga, termasuk dapur umum dan posko darurat di titik-titik strategis. Kami pastikan setiap laporan warga akan segera ditindaklanjuti,” tambah laporan tersebut.
Langkah cepat ini menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam melindungi keselamatan warga dan menjaga ketangguhan Lumajang menghadapi cuaca ekstrem. uja





