
NGANJUK (wartadigital.id) – Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk ke-1089 berlangsung khidmat dan meriah. Bertempat Halaman GOR Bung Karno, Nganjuk, ribuan jamaah dari dalam maupun luar daerah tumpah ruah menghadiri gelaran Symphony Budaya Religi: Ngaji Bareng Gus Iqdam, Rabu malam (22/4/2026).
Acara ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan hari lahir Nganjuk yang ke-1089. Perpaduan antara nilai-nilai kebudayaan lokal dan napas religius terlihat kental sepanjang acara, menciptakan atmosfer yang sejuk sekaligus menggugah semangat kebersamaan.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi dalam sambutannya menyampaikan, acara Symphony Budaya Religi ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa Nganjuk adalah daerah yang tidak melupakan akar budayanya, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama. Pembangunan yang dilakukan di Nganjuk tidak akan ada artinya tanpa batin yang tenang dan masyarakat yang rukun.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nganjuk, saya mengucapkan selamat datang kepada Gus Iqdam di Bumi Anjuk Ladang. Kehadiran beliau malam ini adalah kado istimewa bagi Hari Jadi Nganjuk yang ke-1089,” urai Kang Marhaen.
“Saya berpesan kepada seluruh warga, mari kita jadikan momentum 1089 tahun ini sebagai pijakan untuk bekerja lebih keras lagi. Tetaplah menjadi masyarakat yang ‘guyub rukun’, saling membantu, dan menjaga kondusifitas daerah kita. Semoga dengan doa dan ngaji bareng malam ini, Kabupaten Nganjuk senantiasa dijauhkan dari balak dan didekatkan dengan kemakmuran. Nganjuk Bangkit, Masyarakat Sejahtera!” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam, mengajak seluruh masyarakat Nganjuk untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur atas segala progress pembangunan dan kedamaian yang ada di Bumi Anjuk Ladang.
“Kabupaten Nganjuk di usia yang ke-1089 ini adalah bukti sejarah ketangguhan masyarakatnya. Mari kita jaga kerukunan dan semangat gotong royong agar Nganjuk semakin berkah dan sejahtera,” tutur ulama kharismatik asal Blitar tersebut di hadapan jamaah yang memadati area pusat kota.
Hadir dalam acara itu, jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk beserta para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kehadiran para pimpinan daerah di tengah-tengah jamaah mencerminkan kemanunggalan antara pemerintah dan rakyat dalam menjaga harmoni di Kabupaten Nganjuk.
Aspek “Symphony Budaya” ditampilkan melalui sajian seni yang mengiringi rangkaian dakwah, membuktikan bahwa tradisi lokal dan nilai-nilai agama dapat berjalan beriringan sebagai identitas masyarakat Nganjuk.
Menjelang akhir acara, lantunan doa bersama menggema, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh warga Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum refleksi untuk membawa Nganjuk menuju masa depan yang lebih mandiri dan berprestasi.
Meski dihadiri oleh massa yang sangat besar, acara berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar berkat koordinasi yang baik antara panitia penyelenggara dan petugas keamanan di lapangan. juk


