
GIANYAR (wartadigital.id) – Tim Persebaya Surabaya tampil luar biasa dengan kemenangan telak 4-0 atas Arema FC dalam Derby Jatim yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (28/4/2026) sore.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Bajul Ijo langsung mengambil inisiatif permainan. Mereka tampil menekan dan mencoba menguasai jalannya laga sejak menit awal.
Namun, Arema FC lebih dulu memberikan ancaman. Sebuah percobaan dari pemain Singo Edan sempat mengarah ke gawang, tetapi masih melebar di sisi kanan gawang yang dijaga Andhika Ramadhani.
Persebaya merespons lewat peluang dari bola mati pada menit keenam. Tendangan bebas Francisco Rivera mengarah ke gawang, namun bola masih melenceng tipis di sisi gawang lawan.
Memasuki pertengahan babak pertama, tempo pertandingan cenderung menurun. Kedua tim saling berhati-hati, sehingga bola lebih banyak bergulir di sektor tengah tanpa peluang berarti.
Persebaya kembali mencoba memecah kebuntuan pada menit ke-35. Gali Freitas melepaskan sepakan dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melambung di atas mistar gawang.

Menjelang akhir babak pertama, Rivera kembali menciptakan ancaman. Ia melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti, namun upayanya mampu dihentikan oleh barisan pertahanan Arema FC.
Tambahan waktu satu menit tidak cukup bagi kedua tim untuk mengubah keadaan. Hingga peluit turun minum dibunyikan, skor tetap 0-0.
Bajul Ijo menunjukkan dominasi penuh sejak awal hingga akhir laga, menghadirkan malam yang tak terlupakan bagi para pendukungnya.
Memasuki babak kedua, Persebaya langsung tancap gas.
Belum lama peluit dibunyikan, tekanan tinggi yang dibangun akhirnya berbuah hasil. Francisco Rivera membuka keunggulan setelah memaksimalkan umpan matang dari Mihailo Perovic. Sepakannya dari jarak dekat tak mampu dibendung kiper Arema FC. Skor berubah menjadi 1-0.
Keunggulan itu membuat Persebaya semakin percaya diri. Mereka terus menekan dan hampir menggandakan skor lewat aksi Jefferson yang menusuk ke kotak penalti. Namun, peluang tersebut belum mampu diselesaikan dengan baik oleh Perovic.
Pelatih Bernardo Tavares merespons situasi dengan melakukan perubahan taktis. Bruno Paraiba, Ichas, dan Mikael Tata dimasukkan untuk menjaga intensitas serangan dan menambah variasi di lini depan.
Arema FC sempat mencoba keluar dari tekanan dan mengambil alih permainan. Beberapa peluang tercipta, namun lini belakang Persebaya tampil disiplin dan Andhika Ramadhani sigap mengamankan gawangnya.
Persebaya kembali menambah daya gedor dengan memasukkan Bruno Moreira pada menit ke-68. Keputusan itu terbukti tepat. Lima menit berselang, Rivera dijatuhkan di dalam kotak penalti. Setelah tinjauan VAR, wasit menunjuk titik putih.
Eksekusi Bruno Moreira sempat ditepis, namun Jefferson dengan cepat menyambar bola muntah dan mengubah skor menjadi 2-0.
Momentum sepenuhnya berada di tangan Persebaya. Pada menit ke-82, Rivera kembali mencatatkan namanya di papan skor. Lewat penyelesaian tenang, ia membawa Bajul Ijo unggul 3-0.
Belum puas, Persebaya menutup pesta gol melalui serangan balik cepat. Mikael Tata sukses menuntaskan peluang dengan baik dan memastikan keunggulan 4-0.
Di sisa waktu pertandingan, Persebaya melakukan rotasi dengan memasukkan Oktavianus Fernando menggantikan Rivera. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-0 tetap bertahan.
Kemenangan ini menjadi bukti dominasi Persebaya dalam derby, sekaligus menunjukkan karakter kuat tim dalam menjaga fokus, intensitas, dan efektivitas sepanjang pertandingan. sba





