
SURABAYA (wartadigital.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut kepulangan 378 jemaah haji Kloter I Debarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo di Asrama Haji Surabaya, Senin (1/6/2026) malam.
Setibanya di Asrama Haji Surabaya, para jemaah haji terlebih dahulu melakukan _Imigration Seamless Process Corridor Gate_ dari Imigrasi yang dilanjutkan cek suhu tubuh _(thermal scaner)_ dari Kementrian Kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur atas kepulangan para jemaah haji ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
“Alhamdulillah kita menyambut para jemaah haji dalam keadaan fresh dan semoga seluruh jemaah haji mendapatkan gelar haji mabrur dan mabruroh. Selamat datang kembali di tanah air,” ujarnya.
Gubernur Khofifah juga mendoakan agar seluruh ibadah yang telah dilaksanakan para jemaah diterima oleh Allah SWT serta membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat.

“Semoga Bapak dan Ibu menjadi haji yang mabrur dan hajah yang mabrurah, serta semakin meningkat kualitas keimanan dan ketakwaannya,” katanya.
Dalam kesempatan itu Gubernur Khofifah mengapresiasi layanan publik yang dilakukan oleh Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI yang menghadirkan alat Imigration Seamless Process Corridor Gate pada saat kedatangan jemaah haji di tanah air.
Sebelumnya, penggunaan alat fast track juga telah dilakukan di Bandara Soekarno Hatta yang diperuntukkan bagi para jemaah haji yang akan melaksanakan keberangkatan.
Gubernur Khofifah yang juga sebagai Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya mengungkap, alat ini merupakan bentuk teknologi pemeriksaan perbatasan biometrik mutakhir yang memungkinkan penumpang melewati pemeriksaan imigrasi tanpa harus berhenti.
Menurutnya, digital ekosistem inilah yang memudahkan para jemaah haji yang tidak perlu mengantri melakukan pemeriksaan yang hanya melihat iris saja tanpa harus dicap paspornya.

“Teknologi ini memudahkan jemaah haji yang hanya melewati dan terdeteksi oleh sensor iris (mata) sehingga tanpa mengeluarkan paspor dan pemeriksaan dilakukan sangat cepat serta berdasarkan azas prudent atau kehati-hatian,” jelasnya.
“Kita berterima kasih atas seluruh inovasi layanan publik yang dilakukan memberikan kemudahan dan percepatan kepada seluruh jemaah haji yang tiba di tanah air,” imbuhnya.
Gubernur Khofifah bersyukur pada Kloter I Jemaah Haji Debarkasi Surabaya ini jika diibaratkan adalah assabiqunal awwalun yakni orang pertama yang telah menunaikan ibadah haji. “Dan insyallah mabrur mabruroh,” lanjutnya.
Di hadapan jemaah haji Kloter I asal Probolinggo, Gubernur Khofifah mengajak seluruh hadirin mendoakan jemaah haji asal Jawa Timur yang wafat di Tanah Suci.
Selain itu, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, mulai dari proses pemberangkatan, pelayanan selama di Tanah Suci, hingga pemulangan jemaah ke Indonesia.

Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan haji merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang bekerja dengan penuh dedikasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah.
Gubernur Khofifah berharap kepulangan para jemaah membawa kebahagiaan dan rasa syukur bagi keluarga, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam membangun kehidupan yang rukun, damai, dan penuh keberkahan.
Di sisi lain Plt. Kepala Kanwil Kemenhaj Prov. Jatim M. As’adul Anam melaporkan, pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2026 jauh lebih baik utamanya jika dilihat dari segi kesehatan.
“Tercatat pelaksanaan haji Tahun 2026 ini terutama pada kloter 1 terdapat satu orang yang wafat dan satu orang lainnya sedang dirawat karena sakit,” ungkapnya.
Pihaknya juga mengapresiasi layanan fast track yang disediakan seamles corridor milik imigrasi yang mempercepat seluruh proses verifikasi kepulangan dari para jemaah haji yang tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak imigrasi atas seluruh layanan percepatan kepada para jemaah haji melalui alat seamles coridor. Kita bersyukur alat ini hanya ada dua untuk kepulangan jemaah haji, yang pertama di Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan Bandara Internasional Juanda Surabaya,” tuturnya. jti, hus





