
SURABAYA (wartadigital.id) – Tim Rasena Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin UNAIR siap berlaga dalam tahap final Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 di Universitas Jember (Unej), 1-4 Oktober 2026. Memboyong mobil listrik Auren Evo II yang telah mengalami penyempurnaan teknis, diharapkan Tim Rasena bisa menggaet salah satu gelar di ajang KMHE 2026.
Dekan FTMM UNAIR Prof Dr Ir Retna Apsari MSi, IPM, ASEAN Eng menjelaskan meski baru berumur 5 tahun namun FTMM tak pantang menyerah berlaga dalam ajang KMHE 2026 dan bersaing dengan kampus lain yang memiliki fakultas teknik lebih lama. “Kami optimistis mahasiswa FTMM UNAIR bisa perform dengan percaya diri, yakin kita bisa. Yang penting, tampilkan yang terbaik, terus berjuang dan tetap semangat,” katanya usai Grand Launching Auren dan Pelepasan Tim Rasena FTMM di GOR dan Gedung Multipurpose Kampus C UNAIR, Senin (28/9/2026).

Selain dihadiri Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr Eko Supeno MSi, kegiatan ini juga dihadiri para mitra sejumlah perusahaan yang ikut membantu pengembangan mobil listrik Auren Evo II. Di antaranya dari PT PLN UID Jatim, PT Acuan Teknologi Rekayasa, Perumda Surya Sembada Kota Surabaya, PT Pelindo (Persero) Regional 3, PT Wiska Daya Pratama, PT Bharito Ekatama dan lainnya.
Dijelaskan Prof Retna dalam ajang KMHE 2026, Tim Rasena membawa Auren Evo II. Mobil listrik ini telah melewati serangkaian riset, pengembangan, dan pengujian untuk meningkatkan performa dibandingkan generasi sebelumnya.
Prof Retna menyampaikan terima kasih atas dukungan kampus melalui support pendanaan dan pihak ketiga non kampus atas sharing konsultasi teknis, transfer ilmu demi pengembangan dan penyempurnaan Auren Evo II. “Dukungan luar biasa juga datang dari dosen-dosen FTMM, terutama Prodi Teknik Elektro,” katanya.

KPS S1 Teknik Elektro periode 2026–2030 Dr Agus Mukhlisin ST, MT menjelaskan Auren Evo II mengalami serangkaian penyempuraan teknis selama setahun terakhir sebelum melaju ke final KMHE 2026. Dari evaluasi yang dilakukan titik krusial penyempurnaan ada pada beban kendaraan. Intinya bagaimana berat mobil bisa menjadi lebih ringan sehingga konsumsi energi bisa dihemat. “Untuk bodi, Tim Rasena menggunakan karbon fiber, bahan ini tergolong ringan, kuat dan tetap kokoh,” katanya.
Selain itu yang menjadi perhatian adalah bagaimana cara mengendarai kendaraan. Driver berpengaruh agar mobl bisa hemat. Jika driver nyetir ugal-ugalan, main rem, main gas konsumsi energi lebih besar. “Hasil penyempurnaan ini telah kami uji di Gelora Bung Tomo. Konsumsi energi jauh lebih hemat, bisa mencapai 230-235 km per kwh. Dengan sejumlah penyempurnaan ini, kami siap berlaga di KMHE 2026,” katanya.
General Manager Tim Rasena, Jan Ivander Pinastika menjelaskan ada beberapa penyempurnaan dalam Auren Evo II di antaranya pada transmisi. Kalau sebelumnya pakai transmisi sepeda, sekarang pakai transmisi lain yang sudah diuji coba. Selain itu tim juga mengganti kontroler di bagian listrik. “Sebelumnya sempat mengalami overheat, tahun ini sudah kita benahi dan sudah melewati uji coba di GBT dan Unair. Intinya kami telah mengevaluasi performa kendaraan pada KMHE sebelumnya kemudian menjadi dasar pengembangan untuk kompetisi tahun ini.,” katanya.
Pihaknya berharap dengan serangkaian penyempurnaan ini. Auren Evo II bisa melenggang tanpa hambatan di ajang KMHE di Unej.
Untuk diketahui, Tim Rasena pertama kali terbentuk pada 2022 di lingkungan FTMM UNAIR. Sejak awal berdiri, tim ini fokus mengembangkan riset kendaraan listrik hemat energi. Rasena sempat tampil di ajang Shell Eco Marathon 2023 dan 2024, KMHE 2024 dan 2025.
Sedangkan KMHE diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) di bawah naungan Puspresnas – Kemendikbudristek, kompetisi ini menjadi ajang bagi mahasiswa seluruh Indonesia untuk menjawab tantangan krisis energi global melalui teknologi otomotif masa depan. nti





